ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Oposisi Israel Sebut Gencatan Senjata AS‑Iran sebagai Bencana

Kamis, 9 April 2026 | 11:06 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Orang-orang bermain di tepi pantai di Tel Aviv, Israel, setelah pengumuman gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, Rabu, 8 April 2026.
Orang-orang bermain di tepi pantai di Tel Aviv, Israel, setelah pengumuman gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, Rabu, 8 April 2026. (AP/Oded Balilty)

Jakarta, Beritasatu.com – Dalam momen konsensus yang langka, kubu politik Israel sepakat mengkritik gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Meski politisi sayap kiri tengah tidak senang dengan keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, kaum konservatif menyoroti Presiden Donald Trump.

Beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata, kantor Netanyahu mengeluarkan pernyataan singkat: “Israel mendukung keputusan Donald Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua pekan.”

Pernyataan itu menambahkan, “Israel juga mendukung upaya AS untuk memastikan Iran tidak lagi menimbulkan ancaman nuklir, rudal, dan teror bagi Amerika, Israel, negara-negara tetangga Arab Iran, dan dunia. Amerika Serikat telah memberi tahu Israel bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan-tujuan ini, yang dianut bersama oleh AS, Israel, dan sekutu regional Israel, dalam negosiasi yang akan datang.”

Namun di dalam Israel, responsnya jauh dari mendukung. Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, mengkritik Netanyahu keras, menuduhnya gagal mengamankan tuntutan Israel. “Tidak pernah ada bencana diplomatik seperti ini sepanjang sejarah kita,” tulis Lapid di X.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, “Israel bahkan tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan mengenai inti keamanan nasional kita.”
Lapid juga menyatakan, Israel akan membutuhkan “bertahun-tahun untuk memperbaiki kerusakan politik dan strategis yang disebabkan Netanyahu karena kesombongan, kelalaian, dan kurangnya perencanaan strategis.”

Dalam wawancara di program Euronews, 12 Minutes With, pada awal Maret, Lapid mengakui presiden AS tidak dapat dipaksa untuk mengambil keputusan apa pun, bahkan oleh Israel.

“Apakah Donald Trump tampak seperti seseorang yang bisa diintimidasi? Saya rasa tidak. Dia adalah presiden dari angkatan bersenjata terbesar dalam sejarah umat manusia. Dia adalah orang yang teguh pendirian,” kata Lapid.

“Israel dipenuhi rasa syukur dan kekaguman atas keberaniannya, atas kejelasan moralnya dalam masalah ini, atas fakta bahwa dia memutuskan untuk memasuki perang ini, memahami bahwa ini untuk melindungi perdamaian di bumi.”

Lapid menambahkan, kecuali Ibu Negara AS Melania Trump, ia tidak berpikir “siapa pun dapat memaksa Donald Trump untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin dia lakukan.”

Yair Golan, kepala partai Demokrat sayap kiri tengah, menuduh Netanyahu berbohong tentang gencatan senjata di X. “Netanyahu berbohong. Dia menjanjikan ‘kemenangan bersejarah’ dan keamanan untuk generasi mendatang, dan pada praktiknya, kita mendapatkan salah satu kegagalan strategis terberat yang pernah dialami Israel,” kata Golan.

Golan menegaskan, setelah “darah tertumpah, warga sipil pemberani terbunuh, dan tentara gugur, tidak satu pun tujuan yang tercapai.”

“Program nuklir tidak dihancurkan; ancaman balistik tetap ada; rezim tetap berkuasa dan bahkan lebih kuat setelah perang ini,” tambahnya.

Petugas pemadam kebakaran, tim pertolongan pertama, dan sukarelawan bekerja memadamkan puing-puing yang masih berasap di lokasi serangan udara Israel yang menghantam sebuah gedung apartemen di Beirut, Lebanon, Rabu, 8 April 2026. - (AP/Bilal Hussein)
Petugas pemadam kebakaran, tim pertolongan pertama, dan sukarelawan bekerja memadamkan puing-puing yang masih berasap di lokasi serangan udara Israel yang menghantam sebuah gedung apartemen di Beirut, Lebanon, Rabu, 8 April 2026. - (AP/Bilal Hussein)

Avigdor Liberman, kepala partai Yisrael Beytenu, memperingatkan, gencatan senjata dengan Iran memberi rezim Ayatollah jeda dan waktu untuk berkumpul kembali.

“Kesepakatan apa pun dengan Iran, tanpa menghentikan upaya menghancurkan Israel, memperkaya uranium, memproduksi rudal balistik, dan mendukung kelompok teror di kawasan itu, berarti kita akan kembali ke perang lain dalam kondisi yang lebih sulit dengan biaya lebih tinggi,” tulis Liberman di X.

Kesepakatan gencatan senjata juga langsung menuai kritik dari dalam koalisi Netanyahu, termasuk kepala Komite Keamanan Nasional Tzvika Foghel, yang menulis, “Donald, kau terlihat seperti bebek,” di X sebelum akhirnya menghapus unggahannya.

Gencatan senjata ini menjadi sorotan karena memberikan jeda bagi Iran untuk memperkuat posisinya, sementara Israel menghadapi tekanan politik internal terkait strategi keamanan dan kepentingan regional.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan, penghentian serangan Israel terhadap Lebanon merupakan salah satu syarat yang diajukan Teheran dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS).

Menurut media Iran, pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron melalui sambungan telepon pada Rabu (8/4/2026). Ia menjelaskan, penghentian serangan Israel di Lebanon termasuk dalam 10 syarat yang dilampirkan pada perjanjian dengan Washington.

Pezeshkian menambahkan, Prancis memiliki peran penting sebagai salah satu penjamin gencatan senjata sebelumnya di Lebanon.

Presiden Iran menekankan, Teheran telah bertindak bertanggung jawab dengan menerima usulan gencatan senjata dan menunjukkan kesediaannya untuk mencapai perdamaian serta stabilitas di kawasan.

Percakapan telepon antara kedua pemimpin berlangsung sehari setelah AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata yang bertujuan membuka jalan bagi kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang yang dilancarkan oleh Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran sejak 28 Februari.

Meskipun perjanjian gencatan senjata berlaku selama dua pekan, tentara Israel tetap melancarkan serangan udara di seluruh Lebanon pada Rabu, menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya, menurut Pertahanan Sipil Lebanon.

Saat pejabat Iran dan Pakistan menyatakan perjanjian tersebut juga mencakup Lebanon, Israel bersikeras bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kritik Kesepakatan Damai AS-Iran, Israel Disemprot Wapres JD Vance

Kritik Kesepakatan Damai AS-Iran, Israel Disemprot Wapres JD Vance

INTERNASIONAL
Geger Israel Kuasai Masjid Ibrahimi: Tabrak Perjanjian Hebron!

Geger Israel Kuasai Masjid Ibrahimi: Tabrak Perjanjian Hebron!

INTERNASIONAL
Amnesti Internasional Desak Inggris Sanksi Pejabat Tinggi Israel

Amnesti Internasional Desak Inggris Sanksi Pejabat Tinggi Israel

INTERNASIONAL
Israel-Lebanon Didorong Gencatan Senjata Lagi, Akankah Bernasib Sama?

Israel-Lebanon Didorong Gencatan Senjata Lagi, Akankah Bernasib Sama?

INTERNASIONAL
Irlandia Larang Menteri Israel Masuk ke Negaranya

Irlandia Larang Menteri Israel Masuk ke Negaranya

INTERNASIONAL
Dari Sekutu ke Lawan? AS Yakin Israel Mata-matai Lingkaran Inti Trump

Dari Sekutu ke Lawan? AS Yakin Israel Mata-matai Lingkaran Inti Trump

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon