Kritik Kesepakatan Damai AS-Iran, Israel Disemprot Wapres JD Vance
Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:41 WIB
Washington, Beritasatu.com – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengkritik keras sejumlah pejabat Israel yang menentang kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran sebagai upaya untuk mengakhiri perang dengan Teheran.
Kritikan tajam tersebut disampaikan Vance dalam konferensi pers di Gedung Putih. Ia menegaskan Presiden AS Donald Trump saat ini merupakan satu-satunya pemimpin dunia yang masih memberikan dukungan kuat kepada Israel. Karena itu, Israel diperingatkan untuk tidak membangkang kepada Washington.
“Pesan saya kepada mereka (Israel) ada dua. Pertama, Presiden Trump adalah satu-satunya kepala negara di seluruh dunia yang bersimpati kepada negara Israel saat ini,” kata Vance kepada wartawan, mengutip laporan The Guardian, Sabtu (20/6/2026).
Kesepakatan tersebut menuai kontroversi di kalangan pejabat penting Israel karena dinilai tidak cukup menekan program rudal Iran dan belum memberikan kejelasan mengenai pembongkaran fasilitas nuklir negara tersebut. Pada sisi lain, kesepakatan itu juga dianggap membatasi ruang gerak Israel dalam menghadapi kelompok Hizbullah di Lebanon.
Saat ditanya mengenai laporan yang menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu marah terhadap nota kesepahaman Washington-Teheran tersebut, Vance mengaku belum mendengar langsung pernyataan serupa dari Netanyahu. Namun, ia mengkritik beberapa anggota kabinet Israel yang menurutnya menyerang kesepakatan tersebut sekaligus melancarkan kritik pribadi terhadap Trump.
“Jika saya berada di kabinet pemerintah Israel, saya mungkin tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang tersisa di seluruh dunia,” tegasnya.
Vance juga mengingatkan sebagian besar kemampuan pertahanan Israel selama ini didukung oleh AS. “Ia mengatakan ia juga akan mengingatkan para anggota kabinet tersebut dua pertiga dari senjata pertahanan yang telah melindungi Israel telah dibangun oleh tangan Amerika dan dibayar dengan uang pajak Amerika,” tutur Vance.
Amerika Serikat diketahui memberikan bantuan militer kepada Israel sekitar US$ 4 miliar setiap tahun. Perkembangan terbaru, Washington dan Tel Aviv tengah membahas perjanjian bantuan pertahanan yang baru.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini




