Iran Tetap Konsultasi dengan Mediator meski Pertemuan di Swiss Ditunda
Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:06 WIB
Teheran, Beritasatu.com – Iran menyatakan konsultasi melalui negara-negara mediator masih berlangsung untuk menentukan tahapan berikutnya dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) terkait penyusunan perjanjian final kesepakatan damai antarkeduanya.
Pernyataan itu disampaikan setelah pertemuan yang semula dijadwalkan berlangsung pada Jumat (19/6/2026) di Swiss resmi ditunda. Mengutip laporan Anadolu Agency, Sabtu (20/6/2026), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan detail tentang putaran pembicaraan berikutnya akan diumumkan setelah seluruh persyaratan yang diperlukan untuk melanjutkan negosiasi terpenuhi.
Berbicara kepada wartawan di Teheran, Jumat (19/6/2026) Baghaei mengonfirmasi pertemuan dengan AS, Qatar, dan Pakistan yang awalnya dijadwalkan digelar di Swiss telah ditunda ke waktu yang belum ditentukan.
Baghaei menekankan, negosiasi menuju perjanjian akhir bergantung pada implementasi sejumlah poin penting dalam memorandum yang telah disepakati Washington dan Teheran pada Rabu (17/6/2026).
Beberapa di antaranya mencakup teknis pelaksanaan gencatan senjata, pencabutan blokade angkatan laut AS, pembukaan kembali Selat Hormuz, pemberian pengecualian terhadap ekspor minyak Iran, serta pelepasan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.
Pada kesempatan yang sama, Baghaei juga membantah laporan yang menyebut Iran telah mengundang Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas nuklir Iran.
Baghaei menuturkan, pembahasan mengenai program nuklir Iran akan berlangsung selama 60 hari sesuai ketentuan dalam nota kesepahaman. Selama periode tersebut, aktivitas nuklir Iran akan tetap berjalan seperti biasa tanpa perubahan.
Ia menambahkan, inspeksi di sejumlah lokasi, termasuk fasilitas nuklir Bushehr, akan tetap berlangsung. Tetapi, akses ke fasilitas yang terdampak serangan militer AS dan Israel akan bergantung pada hasil negosiasi yang sedang berjalan.
Salah satu tujuan utama pertemuan di Swiss, disebut Baghaei adalah untuk menandatangani memorandum sekaligus membahas mekanisme negosiasi tahap akhir. Namun, agenda tersebut dirasa tidak lagi diperlukan setelah memorandum ditandatangani secara elektronik pada Kamis (18/6/2026). Saat ini, berbagai persiapan disebut tengah dilakukan untuk menggelar pertemuan lanjutan dalam beberapa hari mendatang.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Swiss mengumumkan pembicaraan yang direncanakan antara AS, Iran, Qatar, dan Pakistan dibatalkan.
“Pembicaraan yang direncanakan antara AS, Iran, Qatar, dan Pakistan telah ditunda,” bunyi pengumuman Kementerian Luar Negeri Swiss dalam pernyataan kepada AFP, dikutip dari TRT World, Jumat (19/6/2026).
Meski demikian, pemerintah Swiss menegaskan tetap siap kapan pun untuk memfasilitasi dialog antara para pihak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




