Studi: Vaksin Covid-19 Novavax Tunjukan Kemanjuran Jangka Panjang
Rabu, 2 Maret 2022 | 12:36 WIB
London, Beritasatu.com- Vaksin Covid-19 Novavax memberikan perlindungan jangka panjang terhadap virus corona. Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (1/3/2022), temuan itu merupakan analisis lanjutan dari studi tahap akhir yang dilakukan di Inggris.
"Vaksin berbasis protein, NVX-CoV2373, terus memberikan perlindungan dan mempertahankan kemanjuran keseluruhan 82,7% selama periode enam bulan," kata perusahaan itu.
Selain itu, kemanjuran vaksin 82,5% dipertahankan terhadap infeksi simtomatik dan asimtomatik, sedangkan kemanjuran vaksin terhadap penyakit parah adalah 100%.
Analisis dilakukan antara November 2020 hingga Mei 2021 sebelum varian Delta dan Omicron menjadi dominan.
Baca Juga: Novavax Nyatakan Vaksin Covidnya 80% Efektif untuk Remaja
Novavax sedang mengembangkan vaksin khusus Omicron dan menyatakan pada hari Senin (28/2) bahwa pihaknya memperkirakan untuk mulai memproduksi dosis vaksin pada skala komersial pada kuartal pertama.
Perusahaan tidak mengungkapkan berapa banyak dosis keseluruhan yang diharapkan untuk diberikan pada kuartal pertama, tetapi memperkirakan US$ 4 miliar (Rp 57,2 triliun) hingga US$ 5 miliar (Rp 71,5 triliun) dalam pendapatan keseluruhan pada tahun 2022.
Tahun lalu, Novavax melaporkan data dari uji coba di Inggris, di mana vaksin itu efektif 89,3% dalam mencegah Covid-19, dengan kasus dikumpulkan selama tiga bulan.
Baca Juga: Inggris Setujui Vaksin Covid-19 Novavax
"Vaksin ini menawarkan perlindungan terhadap infeksi Covid-19 simtomatik dan asimtomatik yang dapat mengganggu transmisi virus dan mencegah penyakit Covid-19. Selain itu, kami didorong untuk melihat bahwa vaksin Covid-19 kami mempertahankan tingkat kemanjuran yang tahan lama dan terus menunjukkan profil keamanan yang meyakinkan dalam jangka waktu yang diperpanjang ini," papar Gregory Glenn, presiden penelitian dan pengembangan.
Awal bulan ini, Inggris menyetujui vaksin Covid-19 dua dosis untuk digunakan pada orang dewasa. Vaksin sedang ditinjau oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS dan telah menerima persetujuan dari Uni Eropa dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta negara-negara termasuk India, Indonesia dan Filipina.
Perusahaan awal bulan ini mengatakan vaksinnya sekitar 80% efektif dalam uji coba tahap akhir pada remaja.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




