Dokter Paru Minta Pemerintah Modifikasi Vaksin Covid-19
Sabtu, 7 Juni 2025 | 14:17 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kasus Covid-19 kembali meningkat di Indonesia. Saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada 72 yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Tjandra Yoga Aditama, menyebut pentingnya formulasi vaksin yang relevan dengan varian Covid-19 yang sekarang beredar di Indonesia. Apalagi, kasus di negara tetangga seperti Singapura, semakin tinggi.
"Akan baik kalau kita di Indonesia juga mendapat penjelasan tentang vaksin Covid-19 jenis apa yang tersedia dan dapat digunakan di negara kita sekarang," katanya seperti dilansir dari Antara, Sabtu (7/6/2025).
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI ini mengatakan, pemerintah perlu memberi informasi kepada masyarakat mengenai jenis vaksin Covid-19 yang tersedia. Menurutnya, Singapura sudah menyesuaikan formulasi vaksinnya dengan varian terbaru, yakni JN.1, termasuk subvarian LF.7 dan NB.1.8, yang kini mendominasi di negara tersebut.
Langkah ini, disebut sejalan dengan rekomendasi Kemenkes yang mendorong masyarakat kelompok rentan, seperti lansia dan penderita komorbid, mendapatkan vaksinasi booster. "Bahkan masyarakat umum yang ingin mendapatkan vaksin pun diperkenankan melakukannya," katanya.
Dia pun menggarisbawahi pentingnya transparansi lokasi serta jadwal vaksinasi, sehingga Covid-19 tidak terus merebak luas.
"Diharapkan agar anjuran Kemenkes kita untuk vaksinasi booster dapat diikuti dengan penjelasan lanjutan yang lebih rinci, antara lain tentang jenis vaksin yang digunakan, kapan waktunya dan dimana kita bisa mendapatkannya," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




