PKB akan mengawal pemerintahan SBY
Selasa, 15 Maret 2011 | 13:25 WIB
SBY memuji Ketua PKB Muhaimin Iskandar memiliki budi pekerti luhur.
Partai Kebangkitan Bangsa akan terus mengawal pemerintahan SBY-Boediono hingga masa jabatannya berakhir, demi mempercepat pencapaian kesejahteraan masyarakat.
"Kebersamaan PKB bersama presiden untuk bekerja dan berbakti bagi rakyat. Kebersamaan dalam koalisi hanya ditujukan untuk pencapaian pembangunan yang stabil, kondisi politik yang stabil," kata Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar pada pembukaan Musyawarah Kerja Nasional PKB, di Balai Kartini, Jakarta, hari ini.
Dukungan PKB di koalisi, kata dia, juga untuk mendorong dijalankannya dua agenda mendesak, yaitu perubahan anggaran nasional dan percepatan reformasi birokrasi. "Agar APBN benar-benar menyasar kebutuhan masyarakat untuk memenuhi tujuan yang mendesak, sehingga APBN tidak habis di jalan," kata dia.
Berbicara dalam acara yang sama, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memuji
dukungan PKB untuk koalisi.
"Saya akui PKB amat konsisten dalam koalisi. PKB berbagi rasa dalam menghadapi topan, badai dan ombak yang mengganas, itu cerminan budi pekerti yang luhur," kata SBY.
Di sisi lain, kata SBY, PKB juga tetap kritis dan bertanggung jawab di parlemen dengan mengedepankan adanya solusi dan etika. "Demokrasi kita harus tetap beretika, bukan demokrasi yang masuk rimba raya tanpa tentu arahnya," kata Yudhoyono.
Tak lupa SBY menyatakan dua harapannya atas PKB, yaitu, agar membangun budaya berdemokrasi yang baik di pemerintahan pusat dan daerah, serta di DPR dan DPRD. Serta PKB diminta menyebarkan kedamaian di seluruh tanah air.
Target 100 kursi
Muhaimin menyatakan, PKB akan mengembangkan masyarakat pedesaan untuk mengejar target 100 kursi DPR pada Pemilu 2014. Dengan demikian pihaknya akan bisa mengembalikan kejayaan PKB seperti pada masa Pemilu 1999.
"Maka di 2014 kami menargetkan minimal 15 persen perolehan suara," kata Muhaimin.
Harapan itu ditanggapi SBY karena sejalan dengan program pemerintah.
"Mengapa saya senang mengapa PKB ke desa? Mengapa NU ke desa? Karena 60 persen saudara kita yang masih miskin ada di perdesaan. Desa juga basis ketahanan masyarakat. Kalau desanya rapuh, masyarakatnya juga rapuh," kata SBY.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




