VIDEO – Nur Afiyah dan Luka Lama Soal Perlindungan Pekerja Migran IndonesiaSumber: Wartabanjar.com
WARTABANJAR.COM – Kabar duka kembali datang dari luar negeri. Nur Afiyah Daeng Damin, seorang Asisten Rumah Tangga (ART) asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah mengalami kekerasan berat dari dua majikannya di Malaysia. Peristiwa ini terjadi antara 8 hingga 11 Desember 2021, di Amber Tower, Penampang, Sabah. Setelah melalui proses hukum yang panjang, pada pertengahan 2025, keadilan akhirnya mulai ditegakkan.
Dua pelaku, Etiqah Siti Noorashikeen Sulang yang merupakan mantan finalis ajang memasak televisi dan mantan suaminya, Mohammad Ambree Yunos, divonis masing-masing 34 tahun penjara. Ambree juga dihukum 12 kali cambuk. Vonis ini dijatuhkan oleh Pengadilan Tinggi Kota Kinabalu setelah terbukti keduanya bertindak secara bersama-sama dalam melakukan kekerasan yang menyebabkan kematian korban.
Jaksa menyebut Nur Afiyah kerap disiksa, tak diberi gaji, dan tak diizinkan kembali ke tanah air. Ia datang ke Malaysia di tengah pandemi, mencari nafkah dengan niat baik, namun justru kehilangan nyawanya di tempat kerja.
Kasus Nur Afiyah bukan yang pertama, dan ini menunjukkan bahwa masalah perlindungan pekerja migran Indonesia masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Di saat pemerintah terus berupaya memperbaiki tata kelola penempatan pekerja migran, kekerasan terhadap mereka di negara tujuan masih saja terjadi.
Hukuman berat terhadap pelaku memang memberi sinyal tegas bahwa kekerasan terhadap pekerja migran tak bisa ditoleransi. Tapi vonis ini belum cukup menghentikan pola kekerasan yang selama ini kerap berulang. Perlu pengawasan ketat dari dua negara, pendampingan hukum yang kuat sejak awal, dan sistem pengaduan darurat yang benar-benar bisa diakses oleh para pekerja saat mereka dalam situasi bahaya.
Kasus ini harus jadi pengingat bahwa keselamatan dan hak pekerja migran tidak boleh hanya bergantung pada keberuntungan. Mereka bukan hanya pengirim devisa, tapi juga warga negara yang berhak mendapatkan perlindungan penuh dari negara.
Kita semua berduka atas kepergian Nur Afiyah, tapi di sisi lain juga kita harus bangkit untuk benahi kembali sistem perlindungan pekerja kita seperti memperkuat sistem perlindungan, mendidik calon pekerja migran soal hak mereka, dan memperluas jangkauan bantuan hukum di negara-negara tujuan.
Jangan biarkan kisah Nur Afiyah menjadi catatan sunyi yang hanya ramai saat vonis dibacakan. Biarkan kisah ini menjadi pemicu perubahan nyata agar tak ada lagi nyawa yang hilang hanya karena ingin bekerja dengan jujur di negeri orang.(vri/berbagai sumber)
Artikel VIDEO – Nur Afiyah dan Luka Lama Soal Perlindungan Pekerja Migran Indonesia pertama kali tampil pada Wartabanjar.
BERITA LAINNYA
BERITA TERKINI
Tunggu Jenazah Serka Nur Ichwan Tiba, Keluarga Tahlilan di Rumah Duka
3
Iran: Radiasi Nuklir Bisa Hancurkan Negara Teluk




