Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, 47 KK Terdampak dan 22 Bangunan Rusak
Sabtu, 4 April 2026 | 19:54 WIB
Bekasi, Beritasatu.com — Sebanyak 47 kepala keluarga (KK) terdampak kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat. Data tersebut masih bersifat sementara dan terus diperbarui oleh pihak berwenang.
Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, mengatakan pendataan korban masih berlangsung sejak kejadian hingga saat ini.
"Setelah dilakukan pendataan, dari kemarin hingga saat ini, itu yang terdampak sebanyak 47 KK, sementara ya. Jadi kita masih terus melakukan pendataan," kata Maka, Sabtu (4/4/2026).
Selain korban terdampak, sebanyak 22 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari rumah tinggal, kontrakan, hingga tempat usaha.
Maka juga mengungkap jumlah korban luka bakar akibat kebakaran ini tercatat mencapai 22 orang. Jumlah itu terdiri dari warga yang masih menjalani perawatan maupun yang telah diperbolehkan rawat jalan, serta masih akan terus diperbaharui.
"Saya belum secara pasti (mengetahui), karena sudah ada yang pulang. Tetapi dari catatan yang ada totalnya 22, termasuk yang rawat jalan," ujarnya.
Dari hasil pengecekan sementara, tiga korban masih dirawat di RSUD Kota Bekasi, sementara lainnya tersebar di sejumlah rumah sakit, termasuk RS Primaya. Meski demikian, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
"Tetapi kami belum cek lagi apakah mereka masih dirawat (atau tidak). Tadi saya cek di RSUD Kota Bekasi, ada tiga orang yang masih dirawat. Kalau untuk rumah sakit yang lain mungkin di RS Primaya, masih ada yang dirawat. Tetapi kayaknya yang lain sudah berobat jalan," ujarnya.
Selain kerusakan fisik, sejumlah warga juga dilaporkan kehilangan dokumen penting akibat kebakaran. Pemerintah setempat telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan bantuan.
"Tindakan kami sudah melaporkan ke pimpinan, dan pimpinan insyaallah besok, dukcapil akan turun, melakukan pelayanan jemput bola, di posko. Kalo enggak hari Minggu mungkin Senin. Untuk (pengurusan) data kependudukan,” ucap Maka.
Pelayanan administrasi kependudukan akan dilakukan melalui sistem jemput bola di posko pengungsian guna membantu warga terdampak mengurus kembali dokumen yang hilang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




