Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, 10 Orang Alami Luka Bakar Serius
Kamis, 2 April 2026 | 08:21 WIB
Bekasi, Beritasatu.com – Kebakaran hebat terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026) malam. Sebanyak 10 orang dilaporkan menjadi korban luka, dengan tingkat luka bakar rata-rata di atas 50%.
Seluruh korban telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Relawan PMI, Indra Septian, menyatakan jumlah korban masih bersifat sementara dan menunggu pembaruan dari pihak kepolisian.
"Total 10 untuk saat ini cuma untuk rilis selanjutnya nanti bisa diinformasikan oleh polisi. Rata-rata di atas 50% kalo kita lihat. Cuma kita belum tahu lagi, belum bisa dipastikan lagi," kata Indra saat ditemui Beritasatu.com di lokasi.
Untuk mendukung proses evakuasi, lebih dari 30 unit ambulans dari berbagai relawan dikerahkan ke lokasi kejadian.
"30-an mobil ambulan lebih dari berbagai macam relawan," ujarnya.
Api dilaporkan cepat merambat hingga ke bangunan di sekitar dengan radius mencapai 100 meter. Faktor ini didiuga menjadi penyebab sejumlah warga mengalami luka bakar cukup serius.
Sementara, peristiwa kebakaran ini diduga dipicu oleh kebocoran gas saat proses pengisian. Gas yang bocor disebut menyebar ke jalan dan permukiman warga selama sekitar 15–20 menit sebelum akhirnya memicu ledakan besar.
Seorang warga bernama Bayu mengungkapkan bahwa bau gas sudah tercium kuat sesaat sebelum ledakan terjadi.
“Saya baru datang, tiba-tiba sudah ada (bau) gas di jalanan depan SPBE, tepatnya di depan gerbang. Awalnya sedikit, lalu saya masuk. Lama-lama gasnya menyebar, sudah masuk sampai ke area sini (dekat rumahnya),” ujar Bayu.
Menurut kesaksian Bayu, bau gas sudah menyengat luas ke luar area SPBE. Bahkan, sebelum kejadian diketahui tidak ada petugas yang melakukan pengawasan pada sistem pengisian gas.
“Katanya sih pas pengisian terjadi kebocoran, tetapi ditinggal. Bau gasnya menyengat, dari asapnya saja sudah menyebar ke mana-mana,” ucap Bayu.
Ia juga menyebut titik awal ledakan berasal dari area SPBE sebelum api dengan cepat menjalar ke berbagai arah.
“Saya langsung tutup pagar. Tidak lama kemudian terjadi ledakan dari sebelah sini, langsung menyambar ke semua area karena gas sudah merata ke mana-mana. Titik awal apinya dari sini. Ledakan awal juga dari sini, lalu apinya terlihat di samping,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, kepanikan warga tidak terhindarkan. Sebagian warga dilaporkan telah mengungsi, sementara lainnya masih berada di sekitar lokasi saat gas mulai menyebar.
“Warga sudah mulai mengungsi sebagian. Katanya ada yang sempat terkena saat awal ledakan. Semua panik. Bahkan saat saya baru datang, masih banyak yang melintas, padahal gas sudah terbawa ke mana-mana, bahkan terbawa kendaraan,” ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




