Studi: Perempuan Lebih Emosional Ketika Bangun Tidur
Jumat, 15 Maret 2013 | 19:18 WIB
Pria biasanya menjadi lebih murung dan sering marah-marah ketika mereka terjaga (bangun tidur). Namun studi terbaru menunjukkan bahwa perempuan lebih sering marah-marah ketika terjaga daripada pria.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Duke University juga menunjukkan bahwa kurang tidur meningkatkan risiko penyakit jantung, depresi, dan masalah psikologis pada perempuan. Sebaliknya, kesehatan pria tampaknya tidak tergantung pada kualitas tidur mereka.
"Studi ini menunjukkan bahwa perempuan merasa depresi, emosional, dan merasa tidaknyaman yang lebih besar di pagi hari. Apalagi jika mereka tidak mendapatkan cukup tidur, atau jika mereka terganggu saat tidur, " kata Michael Breus, seorang psikolog dan penulis The Sleep Doctor's Diet Plan seperti dilansir CBS News.
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, mengapa kurang tidur lebih mempengaruhi perempuan daripada laki-laki? Beberapa ahli menganggap bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh hormon laki-laki dan perempuan yang berbeda. Inilah yang menjadi alasan mengapa perempuan perlu tidur lebih banyak untuk mengatur keseimbangan hormon mereka.
Breus menjelaskan bahwa, tidak hanya psikologi perempuan yang terkena, tetapi juga fisik. Perempuan yang kurang tidur mungkin mengalami penyumbatan pembuluh darah dan dapat menyebabkan stroke.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




