PDIP Belum Buka Nama yang Akan Diusung Sebagai Calon Anggota BPK

Selasa, 25 Juni 2013 | 18:23 WIB
MS
YD
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: YUD
Ilustrasi BPK
Ilustrasi BPK (Antara/Antara)

Jakarta - Komisi XI DPR akan melakukan proses pemilihan calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Selasa (25/6) malam ini.

Walau tinggal beberapa jam lagi, Fraksi PDI Perjuangan menyatakan belum mau membuka nama calon anggota BPK yang akan diusung dalam pemilihan kali ini.

Menurut Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Arif Budimanta, penentuan nama calon yang akan diusung baru akan dilakukan sesaat sebelum pemilihan dilaksanakan.

"Nanti akan ada rapat sebelum pemilihan," kata Arif di Jakarta, Selasa (25/6).

Dia hanya menekankan bahwa pihaknya akan memilih sosok yang memiliki integritas tinggi dan kapabilitas mumpuni untuk menjalankan tugas sebagai anggota BPK.

Dia juga tak membantah bila salah satu calon yang merupakan anggota Dewan Komisaris Bank Mandiri, Muchayat, menjadi calon kuat.

Walau demikian, pertimbangan para anggota bisa sangat banyak karena Muchayat dikabarkan terkait dengan kasus korupsi proyek Hambalang.

"Tentunya selama tidak memiliki ketetapan hukum bisa saja dia maju," kata Arif.

Nama Muchayat sempat menjadi bahan pembicaraan di publik saat disebut-sebut oleh Rizal Malarangeng sebagai otak dibalik permainan dalam mega skandal Hambalang.

Rizal menduga Muchayat yang pernah menjadi Deputi Menteri BUMN membawahi pengawasan BUMN konstruksi, terlibat dalam mengatur pemenangan PT Adhi Karya sebagai pelaksana proyek senilai Rp 2,5 triliun tersebut.

Muchayat merupakan ayah kandung Munadi Herlambang, Wakil Sekretaris Bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai Demokrat, yang juga menjadi komisaris di PT Dutasari Citralaras.

Seperti diketahui, PT Dutasari Citralaras menjadi salah satu perusahaan yang menjadi subkontraktor PT Adhi Karya dalam pelaksanaan proyek Hambalang.

Perusahaan ini memperoleh dua pekerjaan yang disubkontrakkan oleh Adhi Karya dan Wijaya Karya, yakni mekanikal elektrikal pada Desember 2010 senilai Rp324,5 miliar dan penyambungan daya listrik PLN pada Juni 2011 senilai Rp 3,5 miliar.

Rizal menduga ada peran Muchayat dalam membantu PT Adhi Karya memenangkan proyek Hambalang sehingga perusahaan anaknya, PT Dutasari Citralaras, ikut mendapat proyek. "Dia (Muchayat) ini kan bos-nya BUMN konstruksi," kata Rizal.

Nama Muchayat juga disebut-sebut mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Menurut Nazaruddin, Munadi adalah kantong bisnisnya Anas Urbaningrum. Dia berperan penting dalam membantu Anas mendapatkan proyek BUMN karena Muchayat, ayah Munadi, memiliki jaringan kuat di BUMN.

DPR akan memilih satu anggota baru menggantikan Taufiqurrahman Ruki yang akan pensiun. Penggantinya akan melanjutkan pekerjaan Ruki yakni menyelesaikan audit II kasus Hambalang. Hasil seleksi oleh DPD akan menjadi masukan bagi DPR untuk memilih calon anggota BPK definitif.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon