Meski Bareskrim Turun Tangan, Dinamit Tak Kunjung Ditemukan
Jumat, 5 Juli 2013 | 17:05 WIB
Jakarta - Jajaran Polri khususnya penyidik Polda Jawa Barat benar-benar diuji dalam kasus pencurian 250 unit dinamit milik perusahaan batu yang terjadi Kamis (27/6) lalu. Empat kali sudah kasus ini direnskonstruksi dan 29 orang diperiksa tapi hasilnya masih saja nihil.
"Penanganannya oleh Polda jabar. Sudah 29 saksi diperiksa. Tim dibantu beberapa Polres, misalnya Polres Subang, Jakarta Utara, Tangerang kabupaten, hingga Bareskrim untuk membuat jelas distribusi pengangkutan dinamit. Juga sudah rekonstruksi beberapa kali kali," kata Kabag Anev Div Humas Polri Kombes Rusli Hedyaman di Mabes Polri Jumat (5/7).
Namun belum ada titik terang kemana dinamit tersebut hilang.
Sebelumnnya seorang sumber di lingkungan kontra teror Polri yang meminta tak disebutkan namanya mengatakan bila dinamit yang total beratnya mencapai 50 kg itu sampai jatuh ke tangan jaringan teror, maka hampir bisa dipastikan itu adalah bencana besar.
Itu karena pelaku teror ini telah membuat bom rakitan dengan detonator komersial di TKP kasus terorisme di Tambora (Jakbar), Beji (Depok), Solo (Jateng), Dompu (NTB), dan Poso (Sulteng).
Oleh seorang bomb maker, detonator atau inisiator dalam sebuah bom, menurut sumber itu, pun bisa dibuat baik elektrik maupun non elektrik.
Badan Resor Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri akhirnya turun tangan membantu penelusuran 250 dinamit milik PT Batu Sarana Persada yang raib pekan lalu. "Bareskrim turun mendampingi pencarian dinamit," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Ronny Franky Sompie, di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Senin, 1 Juli 2013.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




