Puncak Arus Mudik Terjadi di Hari Sabtu dan Minggu

Selasa, 30 Juli 2013 | 09:32 WIB
HS
B
Penulis: Hotman Siregar | Editor: B1
Sejumlah kendaraan pemudik yang melintas di alihkan ke tol Cipularang.
Sejumlah kendaraan pemudik yang melintas di alihkan ke tol Cipularang. (ANTARA FOTO)

Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 8.000 bus untuk angkutan mudik lebaran tahun ini. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-5 dan H-4 atau tepatnya pada Sabtu dan Minggu, akhir pekan ini.

"Puncak arus mudik saya perkirakan terjadi akhir pekan ini karena libur. Jadi Senin saya perkirakan Jakarta sudah mulai sepi," ujar Kadishub DKI Udar Pristono kepada Beritasatu.com di Jakarta, Selasa (30/7).

Pristono mengatakan, petugas akan terus memantau arus mudik Lebaran tahun ini. Petugas ditempatkan di setiap terminal dan memantau lapangan selama 24 jam.

Sebelum bus diberangkatkan ke daerah tujuan akan terlebih dulu petugas kelaikan armada. Test urine para sopir juga akan diperketat untuk menghinari hal-hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan.

Pos uji kelaikan jalan akan didirikan yang dikomandoi oleh pusat pengujian kendaraan bermotor Dishub DKI. Pemprov DKI juga mendirikan pos kesehatan di setiap terminal dan pos pengamanan terpadu oleh TNI dan Polri.

Pengaturan Lalu Lintas, Pengoperasian Mobil Barang dan Pengoperasian Jembatan Timbang Pada Masa Angkutan Lebaran Tahun 2013 (1434 H) sesuai Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.3820/AJ.201/DRJD/2013.

Untuk mendukung kelancaran pada masa angkutan lebaran, mulai tanggal 4 Agustus 2013 (H-4) pukul 00.00 WIB sampai dengan tanggal 8 Agustus 2013 (H1) pukul 24.00 WIB, kendaraan angkutan barang di Provinsi Lampung, Provinsi di Pulau Jawa, dan Provinsi Bali dilarang beroperasi. Kendaraan angkutan barang (yang dilarang beroperasi) meliputi kendaraan pengangkut bahan bangunan, kereta tempelan, kereta gandengan, container, serta kendaraan pengangkut barang dengan sumbu lebih dari dua.

Jumlah pemudik pada musim Lebaran tahun 2013 ini diperkirakan naik 14,58 persen dari 15.121.000 orang pada 2012 menjadi 18 juta pada 2013. Perkiraan itu merupakan hasil monitoring Masyarakat Transportasi Indoensia (MTI) dari berbagai lembaga terkait seperti Kementerian, Pemerintah daerah, Kepolisian dan lembaga lainnya.

Lihat Juga Video Ribuan Pemudik dari Indonesia Timur Padati Tanjung Perak

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon