Nama Jalan Soeharto Jangan Jadi Polemik

Jumat, 6 September 2013 | 23:03 WIB
AC
B
Penulis: Aris Cahyadi | Editor: B1
Mantan Presiden RI, Soeharto.
Mantan Presiden RI, Soeharto. (Jakarta Globe)

Jakarta - Barisan Muda Kosgoro 57 menilai rencana penggantian nama Jalan Medan Merdeka Barat menjadi Jalan Soeharto tidak harus menjadi polemik. Pasalnya, yang menolak penggunaan nama Presiden RI di masa Orde Baru (Orba) itu hanya sebagian kecil dari rakyat Indonesia.

"Jalan Soeharto itu penting. Apa lah artinya sebuah jalan? Sesungguhnya tidak perlu didebatkan, jalankan saja, tak usah dibuat polemik yang berlebihan," nilai Ketua DPP Barisan Muda Kosgoro 57, M Syamsul Rizal, di Jakarta, Jumat (6/9).

Selain itu, Syamsul juga mengatakan, penggunaan nama Soeharto sebagai nama jalan tak perlu diperdebatkan karena bagaimana pun rakyat Indonesia pernah merasakan hasil pembangunan masa era Presiden Soeharto yang hasilnya masih tersa hingga kini.

"Maka dari itu, karena bangsa ini bangsa bermoral, tak perlu di perdebatkan. Soeharto itu bukan penjahat, dia telah memberikan kontribusi pada bangsa ini," tandassnya.

Bila perlu bukan hanya nama jalan, kata Syamsul, tapi harus dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Karena dia adalah sosok putera terbaik bangsa yang punya andil besar, sehingga pantas dan layak mendapat gelar tersebut.

"Kalau mau jujur bangsa Indonesia masih menikmati hasil pembangunan dari zaman pemerintahan Soeharto dan rakyat kecil merasakanya," ujar Syamsul muda ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon