Rehabilitasi Kawasan Hutan Mangrove

Toyota Auto Body Group Tanam 200.000 Pohon Mangrove di Bekasi

Senin, 9 September 2013 | 19:22 WIB
P
FH
FH
Penulis: PR, Feriawan Hidayat
Editor: FER
Toyota Auto Body (TAB) Group kembali menanam sekitar 200 ribu pohon untuk merehabilitasi kawasan hutan lindung Ujung Kerawang, Muara Gembong, Bekasi.
Toyota Auto Body (TAB) Group kembali menanam sekitar 200 ribu pohon untuk merehabilitasi kawasan hutan lindung Ujung Kerawang, Muara Gembong, Bekasi. (Istimewa)

Bekasi - Setelah sukses menanam sekitar 200.000 pohon di tahun 2011 dan 2012, pada tahun ini, Toyota Auto Body (TAB) Group kembali menanam sekitar 200.000 pohon untuk merehabilitasi kawasan hutan lindung Ujung Kerawang, Muara Gembong, Bekasi.

Sebagai salah satu ekosistem pesisir, hutan mangrove merupakan ekosistem yang unik sekaligus rawan. Ekosistem ini mempunyai fungsi ekologis dan ekonomis. Salah satu fungsi yang sangat penting adalah menahan abrasi pantai yang sudah sangat menghawatirkan, menjaga iklim mikro dan tentunya menjaga berbagai habitat mangrove yang memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar dan bahkan industri.

Namun faktanya, kawasan hutan mangrove di Muara Gembong sudah beralih fungsi menjadi berbagai lahan usaha, seperti tambak, pemukiman dan industri yang membuat luasan areal hutan mangrove semakin berkurang.

Menyadari akan hal ini, TAB Group bersama beberapa mitra, seperti Japan Environmental Education Forum (JEEF), Perhutani, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) mencoba memperbaiki keadaan hutan mangrove yang mulai rusak melalui Program Toyota Auto Body (TAB) Forest di beberapa lokasi di area pantai Muara Gembong Bekasi.

Menurut HR-GA Department Head PT. Sugity Creatives, Dudung Sahdu, secara langsung maupun tidak langsung, TAB Group merasa memiliki tanggung jawab kepedulian terhadap kelangsungan pelestarian alam di daerah Muara Gembong Bekasi secara khusus dan di Indonesia pada umumnya.

"Pelestarian alam tentunya akan berdampak positif pada pertumbuhan perekonomian yang berkelanjutan untuk masyarakat sekitar," kata Dudung dalam rilisnya kepada Beritasatu.com di Jakarta, Senin (9/9).

Sejalan dengan TAB Group, Perhutani sebagai pengelola area hutan, termasuk hutan mangrove di Muara Gembong, sangat mendukung upaya berbagai pihak seperti upaya Toyota Auto Body Group dan mitranya dalam memperbaiki area hutan mangrove yang mulai rusak.

Kepala Administratur Perhutani/Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KKPH) Bogor, Ir. Asep Rusnandar MM, lebih jauh menjelaskan bahwa Perhutani tidak mungkin dapat bekerja sendiri dalam upaya melestarikan hutan mangrove yang ada di Muara Gembong.

"Kami membutuhkan banyak pihak, termasuk masyarakat dan pihak swasta untuk memastikan keberlangsungan habitat mangrove yang akan berdampak positif terhadap habitat-habitat lainnya, termasuk habitan ikan," tambah Asep.

Sementara itu, JEEF sebagai lembaga nirlaba yang berkomitmen menjaga pelestarian alam, berupaya merealisasikan langkah dan tujuan TAB Group melalui Program TAB Forest. Yata Makoto, Perwakilan JEEF Indonesia mengatakan, pihaknya merasa bangga mendapat kepercayaan dari TAB Group untuk menjalankan program ini.

"Kebetulan visi dan misi kami sejalan dengan apa yang direncanakan pihak TAB Group," ungkap Yata.

Lebih lanjut Yata mengatakan, selain kegiatan penanaman beberapa jenis tanaman mangrove, kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian dalam program TAB Forest.

"Selain penanaman, di sini kami juga mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat melalui kegiatan budidaya rumput laut dan ternak kambing," kata Yata.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon