Travel "Online" Kian Prospektif

Kamis, 12 September 2013 | 09:41 WIB
FN
B
Penulis: Farid Nurfaizi | Editor: B1
Halaman muka Pegipegi.com.
Halaman muka Pegipegi.com. (Pegipegi.com)

Jakarta – Peluang bisnis travel online diperkirakan kian prospektif. Selama satu satu tahun beroperasi, PT Go Online Destinations (Pegipegi.com) sudah mampu menjaring 15.000 pengguna terdaftar aktif. Pada akhir tahun, perseroan menargetkan mampu mencapai pertumbuhan bisnis minimal 10% dan trafik pengunjung 30%.

Offline Marketing Manager Pegipegi.com, Billy Andrian mengatakan, pertumbuhan industri bisnis travel online dipicu oleh penetrasi pengguna internet yang tumbuh pesat dan meningkatkan populasi masyarakat kelas menengah. Dia memperkirakan, pada tahun 2012, secara industri, porsi pengguna travel online sekitar 15%-20%

"Sekitar 85% masih menggunakan jasa travel tradisional, tapi kami melihat ada pergeseran yang lumayan meningkat dari pengguna travel tradisional ke onlinesejak tahun lalu" jelas dia usai peluncuran tampilan baru Pegipegi.com di Jakarta, Rabu (11/9).

Billy menjelaskan, Pegipegi.com telah beroperasi sejak 7 Mei 2012. Pada awalnya, situs ini didirikan oleh perusahaan periklanan digital PT Alternative Media Group (AMG), bersama perusahaan asal Jepang Recruit Co, LTD dan Altavindo. AMG memiliki porsi kepemilikan perusahaaan di atas 50%. Hingga kini, Pegipegi,com telah menjaring 15.000 anggota aktif. Perseroan menargetkan, pengguna aktif tersebut dapat tumbuh minimal 10% di akhir 2013.

Billy menambahkan, terkait kompetisi pasar, pihaknya tidak hanya bersaing dengan travel online lain, tapi juga travel tradisional. Ada tiga faktor yang mampu mendorong pertumbuhan travel online, yaitu kepercayaan pelanggan, akses konektivitas, dan harga yang lebih murah.

"Kami bisa menjamin, bila dibandingkan dengan travel tradisional, paket-paket di Pegipegi.com bisa lebih murah. Kami bisa melakukan ini, karena biaya operasional travel online itu lebih hemat," terang dia.

Billy berpendapat, saat ini bisnis travel online adalah model bisnis yang menjanjikan di antara model bisnis e-commerce lain. Sebab, keuntungan sudah pasti didapat dari setiap transaksi pengguna, seperti transaksi pemesanan hotel maupun tiket pesawat. "Fee yang kami tarik dari transaksi tergantung dengan kesepakatan antara Pegipegi.com dan pihak hotel,"imbuhnya

Pegipegi.com, lanjut dia, kini menawarkan tampilan baru yang memungkinkan pengguna lebih nyaman mengakses website. Pada situs tersebut, segala hal terkait wisata dikelompokan secara spesifik. Pegipegi.com memberikan informasi lengkap, mulai dari jasa hotel, tempat wisata, sampai pemesanan tiket pesawat. Pegipegi.com pun telah bekerjasama dengan lebih dari 1.700 hotel di Indonesia.

Soal pembayaran, Pegipegi.com memberikan berbagai pilihan bagi para pelanggan. Pembayaran bisa dilakukan dengan transfer ATM, internet banking maupun menggunakan kartu kredit. Pada layanan hotel internasional, pengguna Pegipegi.com dapat memesan terlebih dahulu, dan membayar setelah berada di hotel tujuan.

"Untuk ke depannya, kami akan meluncurkan aplikasi Pegipegi.com untuk perangkat Android, iOS, dan Windows Phone. Pengembangan di mulai pertengahan tahun ini dan dan bertahap," terang Billy.

Lebih kompetitif

Pada kesempatan yang sama, Chief Operating Officer Pegipegi.com, Kohei Nakajima mengatakan, situs ini akan fokus mengedepankan tampilan konten. Sebab, konten dinilai faktor utama yang dapat menarik minat pengunjung website. Sampai akhir tahun ini, perseroan menargetkan, rata-rata trafik pengunjung tumbuh 30% setiap bulan.

Kohei berpendapat, pola konsumsi penduduk Indonesia terhadap aktivitas berwisata belum setinggi Jepang. Di negeri Matahari Terbit, rata-rata penduduknya melakukan perjalanan wisata 2 sampai 3 kali per tahun. Namun, mulai menjamurnya bisnis travel online dipandang bisa mendorong para wisatawan lokal merencanakan perjalanan wisata sendiri.

Terkait nilai tukar rupiah yang tidak stabil, Kohei berpendapat, hal ini bisa memicu setiap travel online menawarkan berbagai paket dengan harga yang saling bersaing. "Hanya jasa travel yang menawarkan kualitas baik yang bertahan, tidak stabilnya ekonomi bisa membuat pelaku lebih kompetitif," ujar Kohei.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon