"Curhat" Penata Rambut di Belakang Panggung Peragaan Busana
Minggu, 20 Oktober 2013 | 10:34 WIB
Jakarta - Di balik panggung peragaan busana, ada sekelompok tim yang bekerja keras untuk memastikan model yang berjalan di runway terlihat cantik dan menarik perhatian seisi ruangan. Tim yang dimaksud bukan hanya penata busana dan riasan, tetapi juga penata rambut. Meski bukan perhatian utama, namun butuh upaya dan kerja keras agar bisa menghasilkan kreasi yang diinginkan kliennya.
Indah Tode, salah satu penata rambut (hairdresser) yang beruntung untuk terlibat dalam peragaan busana besar di Indonesia, Jakarta Fashion Week (JFW) mengaku pekerjaannya ini penuh tantangan. Menurut hairdresser yang sudah dua kali menjadi penata rambut di JFW ini, untuk bisa terlibat dalam ajang sebesar itu membutuhkan integritas tinggi dan komitmen.
"Tidak jarang selama pagelaran JFW itu saya harus pergi pagi lalu pulang larut malam, dan bekerja secara terus-menerus selama pagelaran JFW itu berlangsung," ceritanya kepada Beritasatu.com saat acara persiapan akhir backstage Hairstylist L'Oréal Professionel di JW Marriott Jakarta, beberapa waktu lalu.
Hal yang sama diakui juga Arifin, salah satu hairdresser tahun lalu yang tahun ini terpilih kembali untuk mengikuti ajang yang sama. Menurutnya, hairdresser harus mampu menjaga diri dan mengatur waktu, karena saat menjalani ajang besar, kelelahan adalah hal yang umum terjadi. "Ya, tinggal kitanya saja menyesuaikan diri, bagaimana harus menyikapi rasa capai itu," ujarnya pada acara yang sama.
Selain itu, di belakang panggung, ketika keramaian terjadi, hairdresser juga harus pandai menyesuaikan diri dan tidak kehilangan fokus. "Backstage itu tempat berkumpulnya semua orang yang punya kepentingan di JFW, makanya pasti ramai dan kadang membuat kita pusing," tambahnya.
Belum selesai badannya menghadapi rasa lelah, Indah mengaku terkadang suka kesal menghadapi model yang terlalu bawel dan ribet. "Kadang saat, menata rambut para model, suka ketarik-tarik, kadang suka ada model yang mengeluh setiap saat, jadi bikin suasana hati kesel," curhatnya saat itu. Kejadian serupa ternyata juga dialami oleh hairdresser lainnya, Arifin. Ia mengaku suka merasa kesal jika ada model yang terlalu bawel, namun ia harus tetap bersikap profesional menyelesaikan tatanan rambutnya.
Tetapi, tidak semua model membuat kesal mereka berdua. Terkadang ada beberapa model yang sama- sama mengerti akan kelelahan yang dialami hairdresser maupun model. "Kadang malah ada model yang baik banget sama kita dan hanya mau rambutnya dipegang sama kita saja, jadinya ya kita kan senang karena merasa dipercaya," jelas Arifin. Indah menambahkan lebih menyukai model yang diam saja ketika ditata rambutnya karena akan mempermudah pekerjaan mereka. Ia mengatakan bahwa menata rambut manekin dan manusia itu sangat berbeda, diakuinya rambut manusia itu lebih licin jadi lebih susah untuk ditata maka kerjasama antara model dan hairdresser itu sangat penting untuk mendapatkan model rambut yang terbaik.
Selama menjadi hairdresser JFW tahun lalu, Indah mengaku bahwa gaya rambut tersulit yang dilakukannya adalah model up do. "Jadi di model ini awalnya dimulai dengan sasak, dan sasak yang kita kenal sebelumnya itu berbeda dengan sasak yang diajarkan di dalam JFW tersebut," ujarnya. Berbeda dengan Indah, Arifin justru mengaku tidak ada gaya rambut yang membutnya kesulitan. Ia mengatakan menikmati setiap pembelajaran model rambut di JFW jadi ia belum menemui kesulitan yang berarti.
Namun di balik semua cerita duka mereka di backstage JFW, ada banyak keuntungan yang mereka peroleh dari ajang tersebut. Mereka sama-sama mengakui mendapatkan banyak sekali ilmu tentang model rambut berikut teknik penataannya dari para pakar yang menjadi panutan mereka selama ini. "Kalau dibandingkan dengan kenikmatan yang kita dapat dari JFW, semua kesulitan tadi jadi enggak terasa," jelas Indah. Ia mengatakan menjadi hairdresser sangat amat bermanfaat untuk kariernya, bahkan dirinya kerap kali mengikuti pemotretan untuk majalah-majalah fashion terkenal.
Arifin mengaku dirinya pun jadi dapat menerapkan berbagai macam model rambut yang ia dapat dari JFW kepada para pelanggan di salonnya dan banyak yang menyukainya. Mereka pun sepakat bahwa untuk tahun ini mereka berdua akan memberi yang terbaik dari kemampuan mereka agar dapat menjadi hairdresser yang mumpuni dan dikenal oleh banyak orang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




