BPOM: 80% Kosmetik Berbahaya Berasal dari Tiongkok
Senin, 21 Oktober 2013 | 16:41 WIB
Jakarta - Para kaum wanita harus selalu waspada terhadap peredaran produk kosmetik yang mengandung zat berbahaya. Pasalnya hingga Juni 2013, BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) menemukan 52 jenis kosmetika yang mengandung zat berbahaya bagi tubuh.
Kebanyakan, kosmetik itu mengandung zat merkuri dan pewarna rhodamin yang bisa menyebabkan iritasi hingga kanker kulit. Beberapa jenis kosmetik yang ditemukan berbahaya dan sering dipakai contohnya bedak, eye shadow, lipstik dan blush on.
Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen BPOM, Drs. T. Bahdar J. Hamid, Apt., M.Pharm dalam acara temu media "Temuan Kosmetik dengan Kandungan Zat Berbahaya" di Gedung BPOM, Jakarta, Senin (21/10).
"Alasan kami mengeluarkan imbauan publik ini karena kosmetik dengan kandungan bahan berbahaya masih banyak di pasaran dan dampaknya sangat buruk untuk kesehatan," ujar Bahdar.
Kosmetik yang mengandung zat berbahaya kebanyakan ilegal. Namun ada juga yang tidak mendaftarkan zat tertentu yang dikandung dalam kosmetik tersebut. Oleh karena itu, Badan POM melakukan uji sample secara berkala.
"Produk yang harus diwaspadai ini terbagi jadi dua macam, pertama ilegal, kedua memang produk yang terdaftar tidak mengandung bahan berbahaya tapi kita melakukan sampling rutin, lama kelamaan dia menggunakan bahan berbahaya itu," tambahnya.
Produk kosmetik yang positif mengandung merkuri, hidrokinon dan rhodamin ini, menurut BPOM sekitar 80% berasal dari Tiongkok.
Bahaya kosmetik yang mengandung zat merkuri bisa merusak sistem syaraf. Pemakaian kosmetik yang mengandung pewarna rhodamin efeknya bisa merusak ginjal, hidrokinon juga bisa membuat kulit terbakar.
"Kalau merkuri mempercepat kulit putih, tapi itu sebenarnya terbakar dan jika pemakaian lama bisa memicu kanker kulit," ungkap Bahdar.
Lihat Juga Video BPOM Rilis Daftar 4.232 Jenis Kosmetik Berbahaya
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




