Wisata

Berkurangnya Gletser di Himalaya Ancam Pariwisata

Rabu, 26 Oktober 2011 | 08:41 WIB
RU
B
Penulis: Ria Utari | Editor: B1
Pegunungan Himalaya
Pegunungan Himalaya (csmonitor)
Sejumlah area memperlihatkan hilangnya gletser selama dua dekade.

Kenaikan tajam temperatur bumi yang dipicu oleh pemanasan global, melelehkan gletser Himalaya, yang memberi dampak ancaman pada habitat, pariwisata, dan pembangunan ekonomi.

Dari 111 stasiun pengamatan cuaca yang tersebar di seluruh barat daya, 77 persen memperlihatkan perubahan temperatur signifikan antara tahun 1961 dan 2008, menurut sebuah penelitian yang dipublikasi di jurnal Inggris, Environmental Research Letters.

Pada 14 stasiun monitoring yang terletak pada 4.000 meter, perubahan pada periode ini adalah 1,73 derajat Celcius, yang secara rata-rata kasar, kenaikannya dua kali dari abad lalu.

Penelitian yang dipimpin oleh Li Zhongxing dari Chinese Academy of Sciences mengidentifikasi tiga perubahan yang terjadi pada gletser yang bisa saja disebabkan, setidaknya sebagian, oleh naiknya suhu secara tetap.

Kebanyakan gletser memperlihatkan "kemunduran drastis" sama halnya dengan banyak hilangnya massa. Lembah Pengqu yang terdiri dari 999 gletser, contohnya, memiliki hilangnya area sebesar 131 kilometer persegi selama dua dekade dari 1980-2001.

Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa danau-danau es semakin bertambah besar dikarenakan mencairnya masa es.

"Implikasi dari perubahan ini jauh lebih serius daripada sekadar mengubah lanskap. Gletser adalah bagian penting dari ribuah ekosistem dan memainkan peran penting dalam mendukung populasi manusia," ujar para peneliti tersebut.

Daerah barat daya Cina memiliki 23.488 gletser, yang menutupi seluruh area seluas 29.523 km persegi di sepanjang Himalaya dan pegunungan Nyainqntanglha, Tanggula, dan Hengduan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon