Pascaletusan Besar, Hari Ini Sinabung Sudah Erupsi 3 Kali
Rabu, 20 November 2013 | 07:53 WIB
Jakarta - Pascaerupsi besar Selasa malam (19/11) pukul 21:56 WIB yang mencapai 10 kilometer (km), Gunung Sinabung masih terus melakukan erupsi.
"Pada hari ini Rabu (20/11) telah terjadi erupsi tiga kali," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggilangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (20/11).
Dia menjelaskan, erupsi pertama terjadi pada pukul 02.40 WIB dengan tinggi abu vulkanik 2.000 meter (m), arah angin barat daya. Erupsi kedua pukul 04.05 WIB dengan ketinggi abu vulaknik 1.000 m ke arah angin barat daya. Sedangkan erupsi ketiga terjadi pada pukul 06.19 WIB, dengan tinggi abu vulkanik 2.500 m, arah angin timur laut. "Ada dua ancaman yaitu material erupsi dan banjir lahar dingin," kata Sutopo.
Sebelumnya, Sinabung mengeluarkan erupsi besar mencapai 10 km, atau rekor tertinggi sejak erupsi 2013. Erupsi tersebut disertai dengan awan panas 500 meter, durasi 8,5 menit per 515 detik. Selain itu, suara gemuruh erupsi terdengar sampai Berastagi - Kabanjahe. "Potensi erupsi susulan masih tinggi," kata dia.
Sutopo menjelaskan, dengan keluarnya lava pijar dalam empat hari terakhir, maka letusan Sinabung akan makin membahayakan. "Karakteristik letusan ini mirip dengan Gunung Merapi," kata Sutopo.
Dia mengakui, pihaknya belum banyak memahami watak gunung api Sinabung setelah gunung tersebut mati selama 400 tahun. Data erupsi gunung baru ada sejak Oktober 2010 hingga sekarang. Kondisi ini membuat potensi magmatik Sinabung belum dapat dikenali dengan baik dan detil.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menetapkan status Siaga (level 3) dan radius 3 km kosong dari aktivitas masyarakat.
Sebanyak tujuh desa yaitu Desa Mardinding, Gurukinayan, Sukameriah, Berastepu, Gamber, Bekerah, Simacem dan 2 dusun (Dusun Sibintun dan Lau Kawar) direkomendasikan mengungsi.
"Namun faktanya di luar desa itu seperti Desa Temberun, Kotatonggal, Sigarang garang, Sukanalu, Kutatengah juga sebagian mengungsi karena takut terjadi hujan abu dan pasir," lata Sutopo.
Pengungsi sebanyak 6.211 jiwa (1.990 KK) di 16 titik pengungsian. "Tidak ada korban. Masyarakat dihimbau selalu siaga," kata Sutopo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




