KPK Harus Introspeksi
Rabu, 2 November 2011 | 19:07 WIB
Menurut Johan, hasil survei ini bisa meningkatkan kinerja lembaganya agar menaikkan lagi kepercayaan masyarakat kepada KPK.
Juru bicara KPK, Johan Budi SP, mengatakan apapun motif survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) yang menyebutkan saat ini masyarakat jauh lebih mempercayai kepolisian daripada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus introspeksi.
"Bagi kami di KPK, siapapun yang mengadakan survei, dan kemudian apapun motif yang melatarbelakangi survei tersebut kami anggap sebagai bahan introspeksi internal kami," kata Johan di gedung KPK, Jakarta, hari ini.
Menurut Johan, hasil survei ini bisa meningkatkan kinerja lembaganya agar menaikkan lagi kepercayaan masyarakat kepada KPK.
Johan juga mengakui bahwa dukungan masyarakat kepada KPK semakin menurun saat ini.
"Tidak ingin dibandingkan dengan institusi lain, tapi ini untuk memperbaiki internal kami saja. Memperbaiki kinerja, penyelesaian kasus lebih cepat, dan sebagainya," tambahnya.
Namun disisi lain, Johan Budi tidak ingin menelan begitu saja hasil survei tersebut.
Menurutnya survei tersebut harus dilihat bagaimana metodenya dan siapa respondennya.
"Suara seribu atau dua ribu responden dari survei kan tidak bisa dijadikan perwakilan suara dua ratus juta rakyat," kata Johan.
Juru bicara KPK, Johan Budi SP, mengatakan apapun motif survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) yang menyebutkan saat ini masyarakat jauh lebih mempercayai kepolisian daripada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus introspeksi.
"Bagi kami di KPK, siapapun yang mengadakan survei, dan kemudian apapun motif yang melatarbelakangi survei tersebut kami anggap sebagai bahan introspeksi internal kami," kata Johan di gedung KPK, Jakarta, hari ini.
Menurut Johan, hasil survei ini bisa meningkatkan kinerja lembaganya agar menaikkan lagi kepercayaan masyarakat kepada KPK.
Johan juga mengakui bahwa dukungan masyarakat kepada KPK semakin menurun saat ini.
"Tidak ingin dibandingkan dengan institusi lain, tapi ini untuk memperbaiki internal kami saja. Memperbaiki kinerja, penyelesaian kasus lebih cepat, dan sebagainya," tambahnya.
Namun disisi lain, Johan Budi tidak ingin menelan begitu saja hasil survei tersebut.
Menurutnya survei tersebut harus dilihat bagaimana metodenya dan siapa respondennya.
"Suara seribu atau dua ribu responden dari survei kan tidak bisa dijadikan perwakilan suara dua ratus juta rakyat," kata Johan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




