Penumpang Merpati Telantar 8 Jam di Bandara Mali Alor

Sabtu, 18 Januari 2014 | 09:46 WIB
Y
AB
Penulis: YOS | Editor: AB
Pesawat Merpati jenis MA-60 sedang terbang di atas Bandara El Tari, Kupang, NTT.
Pesawat Merpati jenis MA-60 sedang terbang di atas Bandara El Tari, Kupang, NTT. (SP/Yoseph Kellen)

Kupang - Akibat cuaca buruk yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), pesawat Merpati Nusantara Airline (MNA), menelantarkan penumpangnya di Bandar Udara (Bandara) Mali, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, selama delapan jam. Pesawat MNA dengan nomor penerbangan MZ 6503 membatalkan penerbangan ke Alor dengan alasan cuaca buruk, pada Jumat (17/1). Padahal, maskapai lainnya, seperti TransNusa tetap terbang mengangkut penumpang di bandara yang terletak di Kalabahi, ibu kota kabupaten Alor.

Pihak manajemen MNA pun tidak memberikan pengumuman kepada penumpang, serta tidak diberi air minum atau makanan. Akibatnya, beberapa penumpang marah. Ada juga yang akhirnya memilih berangkat dengan kapal laut.

Anggota DPRD Kabupaten Alor, Adrianus Unang menyayangkan pelayanan Merpati yang buruk. "Pelayanan Merpati di daerah ini buruk. Penumpang yang ditunda keberangkatannya pada Kamis (16/1), harus menunggu selama 8 jam tanpa diberi konpensasi sesuai peraturan yang berlaku. Itu konyol," katanya saat dihubungi SP dari Kupang, NTT,  Jumat, (17/1).

Sebagai BUMN, lanjutnya, Merpati seharusnya malu karena selama ini selalu mendapat suntikan dana dari pemerintah, tetapi pelayanannya di wilayah NTT tak kunjung membaik. Merpati telah kalah dibanding maskapai swasta yang memberikan pelayanan lebih baik kepada warga NTT.

"Jika Merpati tidak terbang dengan alasan cuaca buruk, kenapa TransNusa dapat melakukan penerbangan?" tanya Adrianus.

Menanggapi hal itu, Manajer Operasional Merpati, Soufri Amalo mengatakan pembatalan penerbangan ke Alor terjadi karena cuaca buruk dan bukan dibuat-buat oleh manajemen Merpati.

"Itu merupakan keadaan alam dan kami mengutamakan keselamatan diutamakan. Jika penumpang sampai pindah ke penerbangan lain dan penumpang lapar dan haus di bandara Alor, kami mohon maaf. Memang kondisi bandara jauh dari kota dan rumah makan, sehingga sulit menyediakan komsumsi untuk penumpang. Namun, masalah tersebut menjadi masukan bagi kami," kata Soufri.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon