Tanggul Kali Cipinang di Kampung Makasar Jebol, Lalu Lintas Macet Total

Selasa, 28 Januari 2014 | 18:20 WIB
FS
YD
Penulis: Fana F Suparman | Editor: YUD
Tanggul Kali Cipinang yang jebol di Kampung Makassar.
Tanggul Kali Cipinang yang jebol di Kampung Makassar. (Suara Pembaruan/ F-5)

Jakarta - Derasnya arus membuat penahan tanggul Kali Cipinang di Jalan Pusdiklat Disnaker, Kelurahan Kampung Makasar, Kecamatan Makasar Jakar Timur jebol, Selasa (28/1). Akibatnya, ratusan rumah di sekitar lokasi terendam banjir.

Tak hanya itu, luapan kali juga meluber ke ruas jalan dan membuat lalu lintas dari arah Halim Perdana Kusuma menuju Pinang Ranti maupun sebaliknya macet total.

Salah seorang warga bernama Edi Setiawan (42) menuturkan, jebolnya penahan tanggul ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB karena tak mampu menahan arus Kali Cipinang yang mengalir dengan deras. Peristiwa ini, katanya, sudah berulang kali terjadi.

"Setiap hujan deras selalu seperti ini. Kejadian ini sudah empat kali dalam sebulan," katanya saat ditemui di lokasi, Selasa (28/1).

Wakil Camat Makasar, Indra Ansor menyebutkan, derasnya limpasan Kali Cipinang hingga meluber ke ruas jalan lantaran karung-karung pasir penahan tanggul dialihkan ke tanggul yang berada di sekitar jembatan. Hal itu untuk mencegah jebolnya tanggul tersebut.

"Jam 09.00 WIB saya ke lokasi masih aman. Ini karena terlalu deras, jadi limpahan air sungai. Di balik tanggul ada tembok beton, tapi karena debit air cukup tinggi melebihi beton, makanya di buat tanggul pasir, tapi karena beberapa karung diambil untuk menahan tanggul lainnya akhirnya aliran kali meluap," tuturnya.

Diungkapkan Indra, luapan Kali Cipinang ini merendam sebanyak sekitar empat RW yang berada di sekitar lokasi. Hingga saat ini, pihaknya masih mendata jumlah warga yang terdampak akibat limpasan kali tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Manggas Rudi Siahaan mengungkapkan derasnya limpasan terjadi karena volume debit Kali Cipinang yang besar. Sementara dengan lebar hanya tujuh meter, kapasitas kali tak mampu menampung debit.

"Seharusnya lebar kali sekitar 25 sampai 30 meter ditambah dengan sisi kiri dan kanannya ada jalan inspeksi. Sementara di lapangan lebar kali hanya tujuh hingga delapan meter. Bahkan di salah satu titik lebar kali hanya empat meter. Bisa dibayangkan air yang besar tertahan dan berbalik kembali, inilah yang membuat banjir," paparnya.

Manggas menyatakan Kali Cipinang merupakan salah satu sungai yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum. Meski demikian, dikarenakan dalam kondisi tanggap darurat, pihaknya bekerjasama dengan berbagai instansi berupaya mengamankan agar tanggul tidak jebol.

"Setelah itu baru didiskusikan dan diprogramkan agar kali ini dinormalisasi hingga posisi yang ideal sehingga memiliki daya tampung yang besar.

"Saat ini tanggap darurat. Kami tahan dulu dengan karung pasir, dan bronjong agar tanggulnya tidak jebol dulu. Selanjutnya kami akan mengembalikan eksisting trase sungai sambil menginventarisasi dan membebaskan lahan sebelum dinormalisasi," paparnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon