Siswa SD di Indonesia Dinilai Kurang Berinteraksi

Sabtu, 12 April 2014 | 18:19 WIB
KT
FH
Penulis: Kharina Triananda | Editor: FER
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama bersama Presiden Direktur Coca Cola Indonesia Martin Gill (kanan) bersama siswa SDN Pluit 03 dan mahasiswa Universitas Atmajaya memeriksa hasil air bersih penampungan hujan. Karya Rain Water Harvesting tersebut merupakan salah satu program Water for School yang pelaksanaannya didukung oleh Coca Cola Foundation. GA Photo/M defrizal
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama bersama Presiden Direktur Coca Cola Indonesia Martin Gill (kanan) bersama siswa SDN Pluit 03 dan mahasiswa Universitas Atmajaya memeriksa hasil air bersih penampungan hujan. Karya Rain Water Harvesting tersebut merupakan salah satu program Water for School yang pelaksanaannya didukung oleh Coca Cola Foundation. GA Photo/M defrizal (GA Photo/Mohammad Defrizal)

Jakarta - Menurut Hikmat Hardono, Executive Director Indonesia Mengajar, program seperti Kelas Inspirasi yang diusung Indonesia Mengajar sangat dibutuhkan siswa SD (Sekolah Dasar) di Indonesia. Pasalnya, siswa SD di Indonesia saat ini sangat membutuhkan interaksi lebih kepada masyarakat.

"Siswa SD di Indonesia, sadar ataupun tidak sadar memang memerlukan interaksi lebih dekat dengan masyarakat, khususnya kelompok terdidik atau kelas menengah. Karena kita percaya interaksi adalah konsekuensi dari perilaku yang baik dan kuat dan perilaku yang baik adalah konsekuensi dari interaksi," tutur Hikmat pada acara jumpa pers Kelas Insiprasi Jakarta 3 di Jakarta, Sabtu (12/4).

Dikatakannya, saat ini di beberapa daerah siswa sekolahnya masih minim pengetahuan terhadap profesi apa saja yang ada di masyarkat. Bahkan ditemukannya ada beberapa daerah yang masyarakatnya takut atau tidak menghargai wartawan.

"Hal itu dikarenakan persepsi yang salah yang mereka terima. Ada kelompok masyarakat yang menganggap wartawan bisa dibayar agar tidak mengancam memunculkan pemberitaan negatif terhadap dirinya atau institusinya," ujar Hikmat.

Dengan begitu, Hikmat merasa persepsi terhadap profesi tertentu itu harus dirubah. Itulah kenapa Kelas Inspirasi atau yang dikenal di dunia internasional sebagai program Career Day, diadakan untuk mengenalkan siswa terhadap berbagai profesi dari relawan yang merupakan pekerja profesional.

"Kita memiliki alasan sederhana kenapa kita memilih SD sebagai sasaran kita, karena kelihatannya esensial untuk menciptakan daya juang sejak mereka kecil," katanya.

Penanaman perpsektif sejak dini ini dinilai Indonesia Mengajar sangat baik untuk membentuk karakter dan perilaku yang kuat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon