11 Orang Tewas Ditembak Pemberontak India

Jumat, 2 Mei 2014 | 15:39 WIB
FH
B
Penulis: Febriamy Hutapea | Editor: B1
Ilustrasi senjata api.
Ilustrasi senjata api. (EPA)

Guwahati - Pemberontak India menewaskan setidaknya 11 warga Muslim saat merazia kampung-kampung di negara bagian timur laut yang terpencil, Assam, dan menyerang penduduk saat mereka tidur.

Delapan orang, termasuk empat perempuan dan tiga anak-anak, tewas dalam sebuah serangan di wilayah Kokrajhar, sekitar 220 kilometer barat pusat kota Guwahati.

Sementara tiga orang lainnya tewas dalam serangan terpisah di wilayah tetangga, Baksa, kata seorang pejabat polisi senior.

"Dalam kedua bentrokan itu, militan Front Demokratik Nasional Bodoland (NDFB) melepaskan senjata dengan menggunakan senjata otomatis, membunuh 11 orang di tempat dan melukai empat lainnya." kata S.N. Singgih, Inspektur Jenderal Assam, kepada polisi.

Orang yang selamat dalam serangan Kokrajhar itu menggambarkan bagaimana sekelompok 20 orang bertopeng melakukan pembunuhan pada Kamis (1/5) malam.

"Kami sedang tidur saat orang-orang bersenjata itu masuk ke rumah kami dan mereka melepaskan tembakan, membunuh ibu, istri dan putri saya yang berusia empat than," kata Siraj Ali pada televisi lokal saat duduk di sebelah jenazah keluarganya di kantor polisi.

"Saya tidak memiliki siapa-siapa lagi sekarang," ujar Ali.

Bentrokan antarsuku Bodo dan pendatang Muslim terjadi sejak lama akibat perselisihan soal tanah, termasuk aksi kekerasan saat ini yang terjadi Assam, negara bagian yang menjadi perbatasan antara Bhutan dan Bangladesh.

NDFB adalah salah satu kelompok pemberontak yang menuntut wilayah terpisah.

Sebanyak 17 orang tewas dalam bentrokan di wilayah yang sama pada Januari silam dan ribuan orang lainnya meninggalkan rumah mereka karena khawatir akan imbas penyerangan tersebut.

Pada 2012, bentrokan antaretnik di area yang sama menewaskan sekitar 100 orang dan mengakibatkan lebih dari 400.000 orang meninggalkan rumahnya.

Tarun Gogoi, kepala menteri Assam, mengecam serangan itu dan mengatakan pemerintahannya mengambil seluruh langkah yang ada untuk mengendalikan situasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon