Lebih Murah Menutup Ketimbang Menyelamatkan Bank Century
Senin, 12 Mei 2014 | 15:38 WIB
Jakarta - Hendri Saparini, pengamat ekonomi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik dengan terdakwa Budi Mulya.
Hendri berpendapat ongkos yang dikeluarkan Bank Indonesia untuk menutup Bank Century lebih murah dibandingkan dengan menyelamatkan bank milik Robert Tantular tersebut.
"Biaya itu lebih murah daripada yang dikucurkan," kata Hendri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (12/5).
Hendri menjelaskan, untuk menutup Bank Century, Bank Indonesia hanya perlu mengeluarkan dana pihak ketiga.
Pernyataan serupa pernah diukap oleh Mantan Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) BI, Halim Alamsyah.
Halim menyebut Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memilih menutup Bank Century dibanding memberikan dana penyertaan modal sementara (PMS).
Alasannya biaya menutup bank yang likuiditasnya bermasalah lebih murah dibandingkan memberi bantuan dengan skema PMS.
"LPS mengemukakan kalau ditutup kemungkinan biaya akan lebih murah dibanding di-bailout," kata Halim saat bersaksi untuk Budi Mulya pada (14/4).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




