Politik Dagang Sapi Hanya untuk Kepentingan Elite

Selasa, 20 Mei 2014 | 21:03 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo, meresmikan Rumah Jokowi di Posko Relawan Projo, Pancoran Timur, Jakarta Selatan, Jumat (11/4). SP/Joanito De Saojoao.
Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo, meresmikan Rumah Jokowi di Posko Relawan Projo, Pancoran Timur, Jakarta Selatan, Jumat (11/4). SP/Joanito De Saojoao. (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Koordinator Nasional Pro-Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi mengklaim duet Joko Widodo-Jusuf Kalla mengusung semangat kerja sama dan bukannya dagang sapi. "Kerja sama lebih bermakna dan berarti bagi rakyat. Kalau politik dagang sapi hanya untuk kepentingan elit saja, sementara rakyat menjadi korban," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/5).

Dijelaskan Budi, saat ini kedaulatan ada di tangan rakyat. Namun, jika nasib rakyat dikebelakangkan dan para elite hanya sibuk membagi kursi, maka mereka tidak memperhatikan kedaulatan rakyat.

"Perbaikan nasib rakyat hanya bisa terwujud bila kepentingan rakyat yang menjadi arus utama aspirasi bukannya kemauan elite," tegasnya.

Karenanya, Projo menyayangkan bila koalisi pengusung capres-cawapres didasari praktik politik dagang sapi dan bagi-bagi kursi kabinet.

Menurut Budi, pengalaman sudah membuktikan, koalisi berbasis elite hanya menjadi tembok penghalang bagi terwujudnya agenda rakyat.

"Jadi kita sedih, kalau baru calon sudah bagi-bagi kursi menterilah, bahkan sampai ada istilah menteri senior," sesalnya.

Oleh karenanya, Budi mengajak rakyat untuk memilih capres yang tepat dan rakyat sudah sangat memahami siapa yang harus mereka dukung.

"Pemimpin yang sudah berada di hati dan jantungnya rakyat adalah pemimpin yang sudah terbukti, bahwa bau keringat dan tarikan napasnya sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Jadi kita harus cerdas memilih," pungkas aktivis Universitas Indonesoa (UI) 98 ini. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon