Politik Dagang Sapi Hanya untuk Kepentingan Elite
Selasa, 20 Mei 2014 | 21:03 WIB
Jakarta - Koordinator Nasional Pro-Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi mengklaim duet Joko Widodo-Jusuf Kalla mengusung semangat kerja sama dan bukannya dagang sapi. "Kerja sama lebih bermakna dan berarti bagi rakyat. Kalau politik dagang sapi hanya untuk kepentingan elit saja, sementara rakyat menjadi korban," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/5).
Dijelaskan Budi, saat ini kedaulatan ada di tangan rakyat. Namun, jika nasib rakyat dikebelakangkan dan para elite hanya sibuk membagi kursi, maka mereka tidak memperhatikan kedaulatan rakyat.
"Perbaikan nasib rakyat hanya bisa terwujud bila kepentingan rakyat yang menjadi arus utama aspirasi bukannya kemauan elite," tegasnya.
Karenanya, Projo menyayangkan bila koalisi pengusung capres-cawapres didasari praktik politik dagang sapi dan bagi-bagi kursi kabinet.
Menurut Budi, pengalaman sudah membuktikan, koalisi berbasis elite hanya menjadi tembok penghalang bagi terwujudnya agenda rakyat.
"Jadi kita sedih, kalau baru calon sudah bagi-bagi kursi menterilah, bahkan sampai ada istilah menteri senior," sesalnya.
Oleh karenanya, Budi mengajak rakyat untuk memilih capres yang tepat dan rakyat sudah sangat memahami siapa yang harus mereka dukung.
"Pemimpin yang sudah berada di hati dan jantungnya rakyat adalah pemimpin yang sudah terbukti, bahwa bau keringat dan tarikan napasnya sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Jadi kita harus cerdas memilih," pungkas aktivis Universitas Indonesoa (UI) 98 ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




