Pengamat: KPU Tak Pernah Transparan soal Pemilihan via Pos
Sabtu, 12 Juli 2014 | 18:39 WIB
Jakarta - Koordinator Komite Pemilih Indonesia, Jerry Sumampouw, menyatakan, selama ini KPU memang tak pernah transparan terkait pemilihan lewat pos.
Sebagai seorang yang sudah mengikuti proses pemilu sejak belasan tahun lalu, Jerry menegaskan, KPU selama ini tak pernah menjelaskan detil pemilihan via pos. Termasuk juga proses pengawasannya.
"Itu hanya KPU yang tahu. Tak pernah dilaporkan ke publik kalau pemilihan lewat pos," kata Jerry di Jakarta, Sabtu (12/7).
Karena itu, Jerry meminta KPU agar menjelaskan ke publik soal pemilihan via pos yang belakangan jadi bahan pembicaraan. KPU, kata dia, juga wajib menjelaskan ke publik soal formulir C1 yang diupload dan menjadi bahan perdebatan di masyarakat.
"Ini masalah bahaya. Karena satu masalah saja bisa nanti menjadi alasan untuk mempertanyakan legitimasi hasil Pilpres yang akan diumumkan KPU pada 22 Juli mendatang," tandas Jerry.
Sebelumnya, ada satu hal yang jadi bahan perdebatan di masyarakat, yakni terkait rekapitulasi suara pemilih WNI di Malaysia lewat pos.
Hasil coblos langsung di 60 TPS di Malaysia awalnya memenangkan Jokowi-JK dengan selisih wajar puluhan suara.
Namun, begitu pemberian suara lewat jasa pos, muncullah angka menakjubkan dimana Prabowo-Hatta mendapat 39.671 suara, sedangkan Jokowi-JK hanya 3.709 suara. Artinya, suara yang begitu besar diperoleh Prabowo bukan dari pemilih yang datang ke TPS.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




