Buku Pelajaran Belum Sampai, Sekolah Diminta Unduh Materi
Selasa, 22 Juli 2014 | 10:48 WIB
Jakarta - Buku Kurikulum 2013 belum kunjung sampai di sebagian besar sekolah. Terkait hal itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh sudah mengatur rencana cadangan, yaitu meminta sekolah mengunduh (download) materi Kurikulum 2013 dari situs Rumah Belajar, kemudian mencetak sendiri untuk keperluan siswa dan guru.
"In case buku belum datang, kami sudah membagikan CD (compact disc) materi Kurikulum 2013. Kalau belum dapat, sekolah bisa mencetak terlebih dulu sambil menunggu buku dalam perjalanan," ujar Nuh di Jakarta, Senin (21/7).
Menurut Nuh, distribusi buku Kurikulum 2013 terhambat situasi menjelang mudik Lebaran karena ruas jalan utama padat oleh kendaraan. Dia mengakui ada buku yang masih dicetak, namun sebagian buku sudah dikirim ke sekolah.
"Sekarang, truk-truk tidak mudah melewati beberapa jalan utama, sangat dimaklumi kalau ada keterlambatan. Jadi CD sudah kita kirim, materi sudah kita upload, siapa pun bisa ambil," kata Nuh.
Mengenai pelatihan guru, Nuh mengatakan total guru yang dilatih sudah mencapai 1,1 juta guru dengan memakai dana APBN dan APBD. Menurutnya, pemerintah mulai mengukur efektivitas Kurikulum 2013 setelah pelaksanaannya pada 4 Agustus 2014.
Sebelumnya, mendikbud sempat mengunjungi gudang pengiriman buku di Cibitung, Bekasi dan percetakan buku di PT Gramedia Jakarta. Mendikbud mengakui ada percetakan yang kapasitasnya terbatas sehingga kehabisan bahan baku.
Selain itu, ada pula percetakan yang pasif menunggu pesanan dari sekolah sehingga tak kunjung mencetak. Dia meminta percetakan tetap mencetak tanpa menunggu pesanan, namun sesuai oplah yang ditetapkan pemerintah.
Total buku yang dicetak untuk Kurikulum 2013 mencapai 245 juta eksemplar. Mendikbud memastikan semua sekolah akan menerima buku Kurikulum 2013.
Sementara itu, Kepala SD 01 Pulo Kebayoran Baru Jakarta, Kardiman, mengatakan buku Kurikulum 2013 sudah sampai di sekolahnya. Namun, dia mengakui belum semua sekolah menerima buku.
Untuk konten Kurikulum 2013, Kardiman mengatakan awalnya banyak orangtua pesimistis karena mendengar bahwa Kurikulum 2013 hanya menargetkan aspek kognitif sebesar 20 persen.
Namun akhirnya mereka mengerti setelah dijelaskan bahwa ada tiga kompetensi yang ditekankan dalam Kurikulum 2013, yaitu attitude (perilaku), skill (keterampilan) dan knowledge (pengetahuan).
Kesulitan Penilaian
Kardiman menambahkan penekanan kepada tiga aspek itu membuat penilaian Kurikulum 2013 di tingkat SD berubah. Sebab, guru tidak lagi menulis angka melainkan melakukan penilaian yang dinamakan penilaian otentik.
"Guru masih kesulitan untuk penilaian otentik karena belum ada formatnya. Guru juga tidak semua bisa IT (teknologi informasi) sehingga susah memasukkan penilaian. Selain itu, jumlah siswa yang banyak juga menjadi kendala untuk mengamati siswa satu per satu," kata Kardiman.
Dwi Herawati, guru di SD 03 Pulo Kebayoran Baru, mengatakan dirinya sempat kesulitan dalam memahami cara memberikan penilaian untuk peserta didik.
Menurutnya, penilaian dalam Kurikulum 2013 sifatnya lebih spesifik karena berdasarkan pengamatan perilaku setiap siswa. Penilaian dilakukan berdasarkan tugas-tugas atau portofolio siswa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




