Percakapan BBM Anas Buktikan Pembicaraan soal Hambalang dan Kongres
Jumat, 5 September 2014 | 12:01 WIB
Jakarta - Terdakwa perkara dugaan penerimaan hadiah terkait pembangunan proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Anas Urbaningrum, terus membantah terlibat dalam pengurusan proyek Hambalang.
Selain itu, Anas juga membantah adanya bagi-bagi uang ataupun aliran dana untuk pemenangannya sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat dalam Kongres Demokrat di Bandung pada akhir Mei 2010 silam.
"Saya ingat ketika majelis tanya ke Mindo Rosalina Manullang (Rosa) apa peran terdakwa dalam mengurus Hambalang, jawabannya tidak ada. Itulah jawaban saya sama dengan saksi Mindo Rosalina Manullang," kata Anas dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (4/9) malam.
Demikian juga, Anas membantah tahu banyak soal bisnis mantan Bendahara Umum (Bendum) Demokrat, Muhammad Nazaruddin.
"Saya ini politisi, bakat saya dan fokus saya di bidang politik. Saya tahu persis tidak punya bakat di bidang bisnis maka saya tidak berkecimpung di bidang bisnis," ujar Anas.
Namun, dalam sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap isi percakapan dalam blackberry mesagger (BBM) milik profil yang bernama Wisanggeni yang diduga mengacu pada Anas. Sebab, menggunakan foto Anas dan keluarga.
Jaksa Yudi mengawali dengan bertanya pada terdakwa Anas apakah pernah menggunakan foto profil tokoh pewayangan Wisanggeni dan dibenarkan oleh Anas.
Kemudian, Yudi mulai membacakan beberapa percakapan dalam print out BB atas nama Wisanggeni. Di antaranya, "Ril, 100 dikasih 15 DPC, 100 dikasihkan NZ langsung, beli BB NZ, NRL, EVA."
Selanjutnya, "Eva kasih ke Pasha dan Dewo EO 2M dan 560 JT," kemudian "Hambalang: usahakan anggaran karena ada perusahaan istri".
Lalu juga ada pesan "Tanah di Yogya dikaitkan dengan 1 juta dari NZ, keterangan NZ saja, dicari hub telpon antara gerald dengan ajudan, janji ketemuan NZ di tahun 2010. BAP Nuril tidak ada, tetapi kasih petunjuk-petunjuk tentang pemberian tadi. janji NZ melalui ADC dan gerald. jangan sampai ada bukti-bukti kepemilikan di rumah. TPPU, jangan sampai ada bukti perintah cari dana kongres."
Mendengar beberapa percakapan dibacakan, Anas langsung bertanya kepada jaksa perihal data detail percakapan tersebut.
"Mohon jika berkenan bisa disampaikan itu BB dari apa namanya, kalau ada pesan, pesan dari siapa, konteksnya apa. Dan tolong kalau ada, apa respons atau jawaban dari Wisanggeni. Itu akan menjelaskan bukan sesuatu yang sepihak untuk melihat secara utuh itu sebagai apa," tanya Anas.
Atas serentetan pertanyaan tersebut, Yudi hanya menjawab bahwa percakapan tersebut dibacakan dari print out BBM milik Wisanggeni.
Merasa tidak puas, Anas kembali menanyakan hal yang sama. Hingga, Ketua Majelis Hakim, Haswandi, menengahi dengan bertanya kepada terdakwa apakah pernah mengirim pesan BBM seperti yang dibacakan.
"Kalau dari saya pasti tidak. Karena saya tidak pernah menulis pesan seperti itu," kata Anas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




