Asap Mulai Tebal, UKP4 Rapat dengan Enam Kapolda

Jumat, 19 September 2014 | 13:36 WIB
FA
B
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: B1
Kabut asap menyelimuti kawasan perkotaan di Padang, Sumbar, Rabu (17/9). Global Atmospheric Watch (GAW) atau Stasiun Pemantau Atmosfir Global di Bukik Koto Tabang melansir, kualitas udara Sumbar pada umumnya masih berkategori sedang menyusul kabut asap kiriman yang menyelimuti sejumlah daerah di propinsi itu sejak Selasa (16/9) akibat kebakaran hutan. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/Koz/mes/14.
Kabut asap menyelimuti kawasan perkotaan di Padang, Sumbar, Rabu (17/9). Global Atmospheric Watch (GAW) atau Stasiun Pemantau Atmosfir Global di Bukik Koto Tabang melansir, kualitas udara Sumbar pada umumnya masih berkategori sedang menyusul kabut asap kiriman yang menyelimuti sejumlah daerah di propinsi itu sejak Selasa (16/9) akibat kebakaran hutan. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/Koz/mes/14. (Antara/Iggoy el Fitra)

Jakarta - Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan yang sudah menyelimuti wilayah Sumatera, Kalimantan, bahkan hingga Malaysia, dan Singapura membuat sibuk banyak pihak.

Hari ini enam Kapolda tengah berada di Jakarta untuk menggelar rapat bersama dengan Ketua Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Kuntoro Mangkusubroto.

"Siang ini saya sedang ada tugas tentang penanganan kebakaran hutan (bersama UKP4) dengan enam Polda yang dinilai rawan kebakaran hutan. Meski hasil pantauan kami, Kalbar alhamdulillah relatif bersih," kata Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/9).

Kapolri, Jenderal Sutarman sebelumnya menyebut kemungkinan asap itu dari Kalbar, Jambi, Kalsel, dan Riau. Polisi mempriotitaskan pencegahan dan penegakan hukum.

Kapolda Kalsel, Brigjen Machfud Arifin yang dihubungi Beritasatu.com secara terpisah juga menyatakan dirinya diundang rapat tersebut.

"Ini sedang di Jakarta untuk rapat," katanya. Ia menambahkan jika di wilayahnya banyak lahan gambut yang terbakar.

Kasus kabut asap kerap menjadi isu genting antara Indonesia dengan Malaysia dan Singapura.

Pada Maret lal,  tak kurang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono menanggapi khusus peristiwa kabut asap yang saat itu menyelimuti Provinsi Riau dan sekitarnya.

Sebelumnya masyarakat Riau mengeluh dan marah, karena terdampak langsung kabut asap. Serangkaian langkah telah dilakukan saat itu, termasuk melakukan modifikasi cuaca.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon