Cabai di Pekanbaru Sentuh Rp 90.000 per Kg

Jumat, 7 November 2014 | 21:39 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Ilustrasi cabai merah
Ilustrasi cabai merah (Antara/Oky Lukmansyah)

Pekanbaru - Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, sepekan terakhir ini menjerit disebabkan melonjaknya harga cabai merah keriting hingga Rp 90.000 per kilogram (Kg) sejalan dengan menipisnya pasokan.

Seorang ibu Henny (35), Warga Panam, Kota Pekanbaru, mengatakan, saat berbelanja ke pasar tradisional Pekanbaru merasa kaget dengan harga cabai yang sangat tinggi itu.

"Dua hari kemarin harga cabai hanya Rp 60.000, kini sudah Rp 90.000 per kilogramnya, kenapa kok cepat sekali naiknya padahal harga sebelumnya sudah mahal sekali," kata dia, Jumat (7/11).

Naiknya harga cabai telah membuat biaya hidup rumah tangga semakin tinggi. Daya beli menjadi turun, sehingga harus bijak dalam menyikapi. Apalagi saat ini bahan kebutuhan dasar lain juga mulai naik seperti elpiji.

"Saya terpaksa mengurangi jatah pembelian cabai agar cukup untuk kebutuhan lainnya," kata dia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pekanbaru El Syabrina, mengatakan, kenaikan harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional di wilayahnya karena pasokan yang berkurang dari daerah penghasil, baik dari Bukittinggi maupun Sumatera Utara.

"Karena itu sesuai hukum pasar tidak sebandingnya barang yang tersedia dengan permintaan otomatis akan terjadi lonjakan harga," katanya.

"Sebab pasokan cabai Pekanbaru seluruhnya berasal dari luar kota," terang dia.

Upaya menanam cabai sudah mulai dilakukan melalui Dinas Pertanian dan Peternakan membina petani cabai lokal dengan membantu pembibitan.

"Meski waktu panen cabai merah binaan Dinas Pertanian sendiri tidak bisa mengatasi minimnya pasokan dari daerah penghasil," kata dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon