Apartemen Montblanc Bakal Rampung di 2016

Sabtu, 29 November 2014 | 16:17 WIB
E
FH
Penulis: EDO | Editor: FER
Pemancangan tiang pertama (groundbreaking) Apartemen Mountblanc, di Bekasi Timur.
Pemancangan tiang pertama (groundbreaking) Apartemen Mountblanc, di Bekasi Timur. (Istimewa)

Bekasi - Proyek apartemen Montblanc, Bekasi Timur, Jawa Barat mulai dibangun dan ditargetkan rampung akhir 2016. Apartemen yang merupakan bagian dari proyek properti terpadu BTC City itu ludes diserap pasar.

"Sebanyak 240 unit apartemen Montblanc sudah habis terjual. Kami segera membangun kondotel guna melengkapi BTC City," papar Rudy Margono, presiden direktur Gapura Prima Group, di sela pemancangan tiang pertama (groundbreaking) Mountblanc, di Bekasi Timur, Kamis (27/11).

Gapura Prima Group menggarap BTC City lewat anak usahanya, PT Gapura Inti Utama. Proyek senilai Rp 600 miliar ini mencakup apartemen, perkantoran, mal, kondotel, dan rumah sakit. Pengembangan proyek seluas 2,4 hektare (ha) ini dibiayai oleh kas internal, presales, dan perbankan.

Menurut Rudy Margono, pihaknya membangun apartemen setelah melihat potensi pasar Bekasi Timur yang masih cukup besar. Sejumlah faktor menjadi penunjang prospektifnya bisnis properti apartemen di Bekasi Timur. Selain populasi dan daya beli di kawasan itu terus meningkat, juga ditopang menggeliatnya industri manufaktur.

"Sejumlah kawasan industri terus berkembang di sekitar sini seperti Lippo Cikarang dan Jababeka. Karena itu, banyak ekspatriat yang butuh apartemen," ujarnya.

Sedangkan Amin Maulana, direktur pemasaran Gapura Prima Group menambahkan, dengan kondisi seperti itu membuat pemasaran kian moncer. Hingga kini, jelasnnya, apartemen Mounblanc ludes diserap pasar. "Hal itu karena kami mengambil segmen yang tepat dengan harga terjangkau, yakni Rp 13 juta per meter persegi," katanya.

Harga tersebut, tambahnya, cukup pas dengan segmen di Bekasi Timur. Bila dibandingkan dengan di Bekasi Barat, lanjut dia, harga BTC City jauh lebih rendah. Di Bekasi Barat sudah mencapai berkisar Rp 20-23 juta per meter persegi. "Harga kami juga sudah naik dari semula Rp 10 juta per meter persegi," ujar dia.

Benny Rhog, general manager marketing BTC City menambahkan, profil pembeli apartemen mayoritas adalah para profesional, selain para pengusaha. Mereka, katanya, mayoritas juga berasala dari Bekasi. "Mayoritas pembeli adalah end user, yakni berkisar 65-70 persen, selebihnya adalah investor," kata dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon