Pendukung ARB Kecam Keputusan Menkumham Akui Kubu Agung
Selasa, 10 Maret 2015 | 18:57 WIB
Jakarta - Politisi Partai Golkar dari Kubu Aburizal Bakrie (ARB) Ali Mochtar Ngabalin mengecam putusan Menkumham yang mengakui kepengurusan PG versi Munas Ancol, Jakarta. Menurut dia, pemerintah terlalu bego mengakui dan mensahkan kepengurusan PG versi Munas Ancol.
"Mereka semua tahu kalau Munas Ancol itu munas abal-abal dan oplosan. Pemerintah itu punya mata, punya hati, enggak bisa bego kayak gini," ujar Ngabalin di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Selasa (10/3)
Dia kemudian menantang Menkumham Yasonna Laoly untuk menunjukkan kepadanya, referensi bahwa Kemenkumham bisa menafsirkan hasil putusan Mahkamah Partai Golkar.
"Jadi jangan main politik, pemerintah itu regulator. Jadi dia tidak boleh berpolitik, kasih tahu sama Yasonna Laoly. Dia tidak pintar-pintar begitu," tandasnya.
Ia menduga, putusan Menkumham didasari oleh rasa dendam dan benci kepada Partai Golkar karena Golkar menjadi motornya Koalisi Merah Putih. Padahal, menurut dia, Presiden Jokowi telah terima Golkar dan KMP dengan baik-baik.
"Orang Jokowi saja sudah terima kita dengan baik, kita jadi pengawal, penyeimbang pemerintahan yang kuat. Untuk apa dia takut," katanya.
Lebih lanjut, dia menilai pemerintah tidak mesti mensahkan kepengurusan Munas Ancol karena munas tersebut tidak representatif dan tidak sah
"Munas Ancol tidak tahu representasi pesertanya dari mana, keabsahannya dari mana, dia kumpul orang-orang dari Pasar Minggu, Blok M, Menteng, dan dari Pinggir jalan. Terus, dapat 100- 200 orang, bikin munas, terus disahkan pemerintah. Dari mana itu. Terlalu bego," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




