Laba Bersih Saratoga Melonjak 226%
Senin, 30 Maret 2015 | 18:13 WIB
Jakarta – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (kode saham: SRTG) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 226 persen dari Rp 246 miliar pada tahun 2013 menjadi Rp 803 miliar sepanjang 2014.
Pertumbuhan bisnis itu terutama ditopang oleh fundamental bisnis di sektor infrastruktur dan sumber daya alam.
Presiden Direktur PT Saratoga Investama Sedaya Tbk Sandiaga S Uno mengatakan, pencapaian kinerja bisnis yang sangat baik tersebut menjadi salah satu indikator bahwa strategi investasi yang dilakukan secara prudent dan terukur mampu menjawab kondisi pasar yang sangat dinamis.
"Kami sangat bersyukur atas kinerja luar biasa ini. Lintas Marga Sedaya, perusahaan investee Saratoga yang membangun jalan tol Cikampek-Paliman sepanjang 116 kilometer, berhasil mencapai lebih dari 80 persen penyelesaian konstruksi," kata Sandiaga dalam rilis yang diterima Beritasatu.com, Senin (30/3).
Selain itu, lanjutnya, Tri Wahana Universal, perusahaan investee di bidang penyulingan minyak, berhasil meningkatkan produksi rata-rata harian dari 8,736 bopd menjadi 13,976 bopd.
"Ada pula Provident Agro, perusahaan investee kami di bidang perkebunan kelapa sawit, berhasil mencatatkan laba Rp 168 miliar didorong oleh rata-rata umur perkebunan yang telah mencapai usia produktif, yakni tujuh tahun," ujarnya.
Untuk mengoptimalkan potensi pasar di sektor konsumer, pada 2014 Saratoga mengakuisisi 4,17 persen saham PT GAP. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan bisnis fashion, lifestyle dan luxurious brand yang berada di Indonesia, dengan nilai investasi sebesar US$ 5 juta.
Saratoga juga mengakuisisi 80 persen saham PT Trimitra Karya Jaya yang memiliki kepemilikan 25,7 persen di proyek tambang emas dan tembaga per tanggal 31 Desember 2014.
Direktur Keuangan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk Jerry Ngo mengatakan bahwa perseroan akan terus meningkatkan pertumbuhan positif dan menargetkan US$ 50–100 juta untuk investasi baru dan follow-on investasi guna memperkuat portofolio investasinya.
"Walaupun kondisi makro ekonomi pada 2015 masih akan sangat dinamis, kami yakin bahwa peluang investasi di sektor-sektor strategis di Indonesia masih sangat terbuka. Saratoga akan terus fokus pada investasi di sektor bisnis yang memiliki prospek positif dalam jangka panjang," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




