Curhat pada Ganjar, Wali Kota Tegal Bantah Ada Konflik

Rabu, 15 April 2015 | 19:24 WIB
ST
B
Penulis: Stefi Thenu | Editor: B1
Wali Kota Tegal dan wakilnya; Siti Masitha Soeparno dan Nursoleh.
Wali Kota Tegal dan wakilnya; Siti Masitha Soeparno dan Nursoleh. (Ist/Ist)

Semarang - Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di rumah dinas gubernur Puri Gedeh, Rabu (15/4). Ia tiba pukul 15.00 dan langsung diajak berbincang empat dengan gubernur di ruang tamu.

Kesempatan itu dimanfaatkan Siti Masitha untuk curhat. Ia menceritakan ihwal hubungannya dengan Wakil Wali Kota Nursholeh yang dikabarkan retak karena persoalan hutang Rp 2 miliar.

Tapi ditemui wartawan usai pertemuan, Masitha engga bercerita gamblang. Ia hanya mengatakan bahwa hubungannya dengan Nursholeh baik-baik saja.

"Sesuai tupoksi undang-undang dan wewenang (hubungan kami) bagus," katanya.

Ia mengelak telah mengurangi kewenangan Nursholeh dengan tidak memberikan tugas-tugas kepada wakilnya itu.

Terkait tuntutan mundur dari sebagian PNS dan kelompok masyarakat serta mahasiswa di Kota Tegal, Masitha tidak bersedia menanggapi. "Kalau PNS ya kita lakukan pembinaan saja," ujarnya.

Masitha juga membantah kabar yang menyebutkan bahwa dirinya akan memanggil para PNS yang berdemo. "Pertemuan apa ya, saya karena sudah keburu ke Semarang malah baru dengar," kata dia.

Namun ditegaskannya, duet Masitha dan Nursholeh akan tetap memimpin Pemkot Tegal hingga akhir masa jabatan.

"Kita dilantik sebagai pemerintahan yang sah lho ini, saya dengan Kang Nur (Nursholeh)," tegasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, memberi waktu seminggu kepada Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno untuk menyelesaikan masalahnya dengan Wakil Wali Kota Tegal Nursholeh.

"Dia pengen ketemu saya, pengen menceritakan kondisi pemerintahannya. Diceritakan bagaimana hubungan sebenarnya dengan wakilnya, ya bagus bisa buka-bukaan," kata Ganjar.

Dalam kesempatan itu Ganjar meminta agar urusan pribadi antara wali kota dan wakil tidak dibuka di depan publik.

"Urusan pribadi selesaikan pribadi, tidak masuk publik. Kalaulah terjadi sesuatu tidak pas dengan wakil jangan sampe masyarakat tahu, segera rekonsiliasi kalau ada yang tidak benar," jelasnya.

Menurut Ganjar, persoalan di Tegal telah menjadi besar. Adanya PNS yang demo membuktikan bahwa ada dua kubu dalam birokrasi. Masalah tersebut jelas tanggung jawab Masitha.

Maka Ganjar memberi waktu satu minggu untuk wali kota menyelesaikannya. Jika tidak mampu, Ganjar bersama Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko siap menjadi fasilitator.

"Saya sampaikan, 'bu sepulang dari sini ajak bicara wakil wali kota empat mata, kalau bisa dalam minggu ini. Kalau tidak bisa saya dan Pak Heru siap fasilitasi," kata dia.

Setelah menyelesaikan persoalan dengan Nursholeh, keduanya juga diminta segera melakukan pembinaan pada PNS. "Mumpung masih awal ya dibina. Pengertian pembinaan tidak boleh dicing, tidak dititeni untuk tidak disenangi. Dalam hal ini posisi rekonsiliasi menjadi penting," tekannya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon