Mendikbud: Nilai UN IPA Mengalami Peningkatan

Jumat, 15 Mei 2015 | 20:50 WIB
MB
B
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: B1
Mendikbud Anies Baswedan Terkait UN
Mendikbud Anies Baswedan Terkait UN (Beritasatu.com)

Jakarta - Hasil pengumuman indeks integritas ujian nasional (UN) berdasarkan evaluasi masing-masing program studi di SMA/sederajat mengalami beragam hasil. Ada yang peningkatan dan penurunan nilai kelulusan.

Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, program studi Ilmu pengetahuan Alam (IPA) mengalami peningkatan dari pada program studi lain.

Rata-rata peningkatan nilai kelulusan pada program IPA, 1.6 poin sementara program studi ilmu pengetahuan sosial (IPS) mengalami penurunan mencapai 0.67 poin serta program studi bahasa menurun 3.53 poin dan program studi agama mengalami penurunan 0.44 poin.

Berdasarkan data UN 2015, program IPA, mata pelajaran yang memiliki peningkatan signifikan adalah Bahasa Indonesia sedangkan untuk mata pelajaran yang mengalami penurunan adalah Matematika.

Hal yang sama juga terjadi pada program studi IPS, bahasa Indonesia mengalami peningkatan sedangkan mengalami penurunan pada pelajaran Geografi

"Pada UN kali ini, mata pelajaran Bahasa Indonesia mengalami peningkatan, "ujar Anies, pada konferensi perss, pengumuman Indeks Integritas Ujian Nasional, yang didampingi oleh Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Nizam, dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Furqon, di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Sabtu, (15/5) Sore.

Sementara, untuk indeks integritas UN tertinggi, Peringkat pertama ditempati oleh Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) dengan kecurangan terindikasi hanya 1,0 persen. Tempat kedua diisi oleh Bangka Balitung 4,5 persen. Ketiga, Kalimantan Utara, 11,6 persen. Keempat, Bangkulu 14,0 persen. Kelima, Kepulauan Riau 12,0 persen. Keenam, Gorontalo, 20, 0 persen dan ketujuh, Nusa Tenggara Timur (NTT), 20,4 persen.

Anies mengatakan, ada juga provinsi yang mengalami indeks integritas persentase rendah dan ada juga yang angka kecurangannya mencapai 80 persen. Angka kecurangan seperti akan dikirimkan ke kepala dinas dan pemerintah sebagai bahan acuan perbaikan mutu pendidikan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon