Pengacara Ibas Bantah Semua Tuduhan Bhatoegana

Senin, 8 Juni 2015 | 15:44 WIB
ES
FB
Penulis: Erwin C Sihombing | Editor: FMB
Edhie Baskoro Yudhoyono
Edhie Baskoro Yudhoyono (Beritasatu TV)

Jakarta - Penasehat hukum keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Palmer Situmorang mengatakan, pihaknya menunggu dan mengikuti proses sidang terdakwa Sutan Bhatoegana dan terdakwa Waryono Karno untuk memastikan adanya kaitan Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas dalam kasus Sutan, dan SBY dalam kasus Waryono.

"Kita tunggu saja proses persidangannya. Ini masalah penegakan hukum dan kami melihatnya secara positive thinking. Kita lihat saja perkembangannya," kata Palmer, kepada SP, di Jakarta, Senin (8/6).

Nama Ibas disebut dalam persidangan Sutan Bhatoegana sewaktu jaksa penuntut umum menghadirkan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Terkait proses tender di SKK Migas,  Sutan mengatakan Ibas menekan Rudi untuk membatalkan kemenangan PT Timas dalam tender proyek pembangunan anjungan lepas pantai (offshore) Chevron di Selat Makassar.

Palmer menyebut, hal itu merupakan isu lama yang telah berhembus saat persidangan Rudi Rubiandini. Dan tidak ada bukti yang menunjukan Ibas bertemu dengan Rudi.

"Tidak ada satu saksi yang menyebut Ibas bertemu Rudi Rubiandini. Keterangan Bhatoegana mengenai hal itu juga tidak ada, maka kita tunggu saja tekanan-tekanan yang dimaksud seperti apa," kata Palmer.

Sedangkan dalam persidangan Waryono Karno, saksi yang merupakan anak buah mantan Sekjen Kementerian ESDM itu yakni, Sri Utami mengungkapkan, kalau uang haram yang dikumpulkannya atas instruksi Waryono digunakan oleh Jero Wacik selaku Menteri ESDM untuk membiayai hiburan (entertainment) golf Presiden SBY setiap hari Kamis di Lapangan Golf Halim, Jaktim.

Palmer menilai, pengakuan Sri tersebut tidak masuk akal. Alasannya, SBY tidak pernah main golf dengan Jero melainkan dengan Djoko Suyanto selaku Menko Polhukam dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II. Itu pun tidak setiap minggu.

"Di Halim itu lapangan golf TNI. Kalau Pak SBY main selalu dengan Pak Djoko. Itu pun tidak tiap minggu. Pak SBY sendiri usianya sudah di atas 55 tahun, senior citizen main 18 hole hanya Rp 250 ribu itu pun ada diskon 50 persen bagi pensiunan TNI, dan Pak SBY tak pernah ditraktir orang," ujarnya.

Palmer mengatakan, pengakuan Sri Utami dalam berita acara pemeriksaan (BAP) di KPK yang dikonfirmasi hakim hanya rumor yang tidak bermutu. Apalagi SBY tidak mengenal yang bersangkutan dan tidak pernah berbicara langsung.

"Kami membantah keterangan itu walaupun bukan hasil komunikasi saksi dengan Pak SBY," kata Palmer. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon