11 Anggota DPD RI Kunjungi Eks Lokalisasi Dolly

Minggu, 21 Juni 2015 | 20:29 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Puluhan Pekerja Seks Komersil (PSK) mengangkat tangan saat mendengarkan orasi usai mengikuti upacara bendera di kawasan lokalisasi Dolly, Surabaya, Jawa Timur, Senin (23/6). Mereka akan menghormati Bulan Suci Ramadan dengan menutup lokalisasi pada 26 Juni 2014 atau H-5 Ramadan.
Puluhan Pekerja Seks Komersil (PSK) mengangkat tangan saat mendengarkan orasi usai mengikuti upacara bendera di kawasan lokalisasi Dolly, Surabaya, Jawa Timur, Senin (23/6). Mereka akan menghormati Bulan Suci Ramadan dengan menutup lokalisasi pada 26 Juni 2014 atau H-5 Ramadan. (Antara/Suryanto)

Surabaya - Sekitar 11 anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mengunjungi eks-lokalisasi Dolly, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Minggu (21/6), guna menyerap aspirasi warga setempat.

Kedatangan para anggota DPD ini langsung disambut dengan keluhan berbagai persoalan pasca penutupan lokalisasi Dolly yang disebut-sebut terbesar se-Asia Tenggara ini.

Humas Ikatan Dai Areal Lokalisasi (ideal) MUI Jatim Gatot Subiantoro mengatakan selama ini pemerintah pusat khususnya Kementerian Perdagangan dan BUMN belum peduli terhadap nasib eks-Pekerja Seks Komersial (PSK) dan warga terdampak penutupan lokasasi.

Selama ini, lanjut dia, bantuan berupa dana maupun pelatihan berasal dari Kementerian Sosial, Provinsi Jatim dan Pemkot Surabaya.

"Kami berharap instansi terkait memberikan perhatian lebih tidak hanya di Dolly, namun juga beberapa lokalisasi di Jatim yang sudah tutup. Mereka khususnya mantan PSK atau warga terdampak membutuhkan pelatihan untuk memulai hidup yang baru," jelasnya dihadapan anggota DPD.

Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan (LKMK) Putat Jaya Agus Haris menuturkan bekas wisma Barbara sekarang ini menjadi wisma pelatihan. Bahkan di tempat tersebut ada sekitar 50 orang, warga terdampak maupun eks PSK yang kini menjadi perajin sandal.

"Di sini sudah tidak lagi ada pelatihan namun sudah produksi. Sebelumnya memproduksi sepatu bekerja sama dengan perusahaan sepatu. Sudah selesai, kini berganti dengan perusahaan sandal dari Sidoarjo," jelasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komite II DPD Parlindungan Wayan Purba mengatakan ada sebanyak 11 anggota DPD yang melakukan kunjungan ke eks-lokalisasi Dolly. Mereka datang untuk melihat apa yang terjadi pasca penutupan.

"Saya kira keberadaan wisma pelatihan ini sudah bagus. Soal masih adanya keluhan dan kekurangan yang ada, tentu persoalan ini akan kami bawa ke Jakarta. Yang pasti kami akan konsen terhadap warga terdampak dan eks-PSK," katanya.

Hal senada juga diungkapkan anggota DPD dari Jawa Timur, Mawardi. Menurutnya, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan dengar pendapat dengan instansi terkait untuk menyahuti keluhan warga di lapangan.

Diharapkan nantinya, instansi terkait memberikan bantuan, bisa berupa modal, pelatihan hingga pemasaran. "Jadi bantuan ini tidak hanya diberikan di sini (Dolly) namun juga lokalisasi lainnya di Jatim yang sudah ditutup," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon