Jalani Tes Doping Lewat Tengah Malam, Murray Berang
Sabtu, 28 Januari 2012 | 04:52 WIB
Kalah dari Novak Djokovic dalam pertarungan selama hampir lima jam di lapangan ditambah tes anti doping lewat tengah malam membuat Andy Murray kesal tak kepalang.
Prosedur tes penggunaan bahan terlarang rupanya menjadi ujian bagi seorang Andy Murray. Petenis asal Inggris ini baru saja menjalani pertarungan sengit melawan petenis nomor satu dunia Novak Djokovic hampir selama lima jam di semifinal.
Sayangnya setelah lelah bertarung sengit di lapangan, Murray masih harus menjalani tes obat terlarang - bahkan setelah lewat tengah malam.
"Aku merasa terganggu. Aku tahu para pemain sering menjalani tes ini, tapi mereka mengubah tes ini dengan tes obat terlarang. Padahal aku baru selesai menjalaninya, dengan melakukan tes urine," papar Murray.
Petenis berumur 24 tahun ini mengira kalau ia sudah selesai menjalani tes itu. Tanpa mengetahui kalau ia - yang masih dalam kondisi teramat lelah - masih harus menjalani tes lanjutan.
"Mereka baru memberitahuku kalau aku harus duduk selama 30 menit sebelum kemudian melalukan tes darah. Padahal aku ingin segera keluar dari sini. Hal ini membuatku amat terganggu, setelah sebelumnya kalah dari pertandingan yang berjalan dengan panjang. Ini membuatku merasa amat frustasi untuk menjalani tes seperti ini pada pukul 1 pagi," kecam Murray panjang lebar.
Tapi ini bukan pertama kalinya Murray mengkritik tes doping. Saat Amerika Terbuka 2009, ia mengecam kedatangan tim anti doping di kamar hotelnya pada pukul 7.15 pagi di saat ia tak bermain untuk melakukan tes anti doping tersebut.
Pengalaman buruk Murray soal tes doping juga dialaminya tiga hari sebelum Wimbledon 2009. Ketika itu petugas anti doping mendatangi kediamannya di Surrey, London pada pukul 9 pagi.
Murray pantas merasa kesal karena ini menjadi pengalaman buruk untuk ketiga kalinya saat menjalani tes doping. Apalagi di Australia Terbuka ini, ia harus melakukannya usai kalah setelah mati-matian bermain selama hampir lima jam, dan harus menjalankannya pukul satu dini hari.
Prosedur tes penggunaan bahan terlarang rupanya menjadi ujian bagi seorang Andy Murray. Petenis asal Inggris ini baru saja menjalani pertarungan sengit melawan petenis nomor satu dunia Novak Djokovic hampir selama lima jam di semifinal.
Sayangnya setelah lelah bertarung sengit di lapangan, Murray masih harus menjalani tes obat terlarang - bahkan setelah lewat tengah malam.
"Aku merasa terganggu. Aku tahu para pemain sering menjalani tes ini, tapi mereka mengubah tes ini dengan tes obat terlarang. Padahal aku baru selesai menjalaninya, dengan melakukan tes urine," papar Murray.
Petenis berumur 24 tahun ini mengira kalau ia sudah selesai menjalani tes itu. Tanpa mengetahui kalau ia - yang masih dalam kondisi teramat lelah - masih harus menjalani tes lanjutan.
"Mereka baru memberitahuku kalau aku harus duduk selama 30 menit sebelum kemudian melalukan tes darah. Padahal aku ingin segera keluar dari sini. Hal ini membuatku amat terganggu, setelah sebelumnya kalah dari pertandingan yang berjalan dengan panjang. Ini membuatku merasa amat frustasi untuk menjalani tes seperti ini pada pukul 1 pagi," kecam Murray panjang lebar.
Tapi ini bukan pertama kalinya Murray mengkritik tes doping. Saat Amerika Terbuka 2009, ia mengecam kedatangan tim anti doping di kamar hotelnya pada pukul 7.15 pagi di saat ia tak bermain untuk melakukan tes anti doping tersebut.
Pengalaman buruk Murray soal tes doping juga dialaminya tiga hari sebelum Wimbledon 2009. Ketika itu petugas anti doping mendatangi kediamannya di Surrey, London pada pukul 9 pagi.
Murray pantas merasa kesal karena ini menjadi pengalaman buruk untuk ketiga kalinya saat menjalani tes doping. Apalagi di Australia Terbuka ini, ia harus melakukannya usai kalah setelah mati-matian bermain selama hampir lima jam, dan harus menjalankannya pukul satu dini hari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




