Maruarar Ajak Rakyat Doakan Jokowi-JK

Sabtu, 27 Juni 2015 | 20:11 WIB
MS
YD
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: YUD
Maruarar Sirait dalam acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan 100 tokoh pemuda dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno.
Maruarar Sirait dalam acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan 100 tokoh pemuda dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno. (Beritasatu.com/ Markus Junianto Sihaloho)

Jakarta - Dalam momentum Bulan Suci Ramadan, Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla agar bisa terus melaksanakan Trisakti serta mewujudkan keadilan sosial.

"Kita berdoa semoga Pak Jokowi bisa membawa ekonomi Indonesia lebih baik. Mari kita doakan agar setiap upaya yang mereka lakukan bisa berjalan baik dan berhasil sehingga membawa kemaslahatan bagi bangsa Indonesia," ungkap Ara, sapaan akrab Maruarar.

Hal disampaikannya saat menyampaikan sambutan dalam acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan 100 tokoh pemuda dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno di Kantor TMP, Menteng, Jakarta, Sabtu (28/6).

Hadir dalam acara ini misalnya Ketua Umum Himpunan Pengusana Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadila, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Arif Rosyid, Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Andrian, Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Rivai Darus, Ketua Umum Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Raja Okto Saptahari, Ketua Umum PMKRI Lidya Natalia Sartono dan lain-lain. Hadir juga cendekiawan Yudi Latif dan Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia Hamka Haq.

Acara ini buka puasa bersama ini juga disertai dengan santunan kepada anak-anak yatim. Hadir juga Sahrul, anak SMA dari Subang, yang merupakan juara pertama lomba pidato Bung Karno.

Pada kesempatan itu, Ara juga mengatakan bahwa para pemuda Indonesia harus selalu menjaga semngat perubahan yang tidak akan pernah terjadi tanpa pengorbanan. Dan perubahan, selalu digelorakan oleh anak-anak muda dari zaman ke zaman.

"Sejarah mencatat misalnya Boedi Oteomo, Sumpah Pemuda dan Revolusi 1945 merupakan buah dari pengorbanan para pemuda," ujarnya.

Maruarar mengakui bahwa karakter generasi muda adalah berpandangan dan bersikap obyektif dan kritis dalam melihat sejumlah realitas. Bahkan ia mengajak agar generasi muda itu tetap menjaga dan memelihara independensinya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon