Sekolah Partai PDIP Ditutup

Hasto: Kekuasaan Adalah Jalan Membebaskan Rakyat Dari Kemiskinan

Jumat, 3 Juli 2015 | 15:20 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Hasto Kristiyanto
Hasto Kristiyanto (Antara/Muhammad Adimaja)

Jakarta-Setelah mengikuti pendidikan selama enam hari, para calon kepala daerah yang hendak diusung PDI Perjuangan (PDIP) di Pilkada serentak akhirnya menuntaskan Sekolah Partai Angkatan I, yang digelar di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat. Para alumni diharapkan siap bertarung di Pilkada serentak akhir tahun ini, dan menjadi pembebas serta pengubah peradaban masyarakat menjadi lebih baik ketika memenangkannya.

"Ingatlah, kekuasaan bukan jalan pintas meraih kekayaan, tapi kekuasaan adalah jalan untuk membebaskan rakyat dari kemiskinan," tegas Hasto di hadapan lebih dari 100 peserta Sekolah Partai PDIP yang mengikuti acara penutupan, Jumat (3/7).

"Pilkada serentak itu keras dan bahkan seperti ajang perebutan dan pertontonan kapital. Kita dilatih di sini, bahwa suara rakyat bukan suara yang dibeli," tambah Hasto lagi mengingatkan peserta agar menjauhi politik uang.

Hasto menjelaskan, selama mengikuti sekolah itu, para peserta diajarkan untuk membumikan Pancasila ketika berkuasa, agar prinsip itu hadir menjadi kebijakan yang hidup. Selain itu, diajarkan juga berbagai hal terkait aspek pemerintahan, aspek mengorganisasi rakyat, dan teknik berkomunikasi.

"Di sini peserta dididik untuk memiliki semangat juang, bukan yang hanya percaya pada kekuatan modal dan uang. Semua harus percaya bahwa rakyatlah hakim tertinggi. Kemenangan Jokowi sudah membuktikan soal itu," kata Hasto.

Selama pelatihan, dilibatkan juga sejumlah pakar psikologi yang melakukan analisis perilaku, sehingga muncul profil kepemimpinan para peserta. "Semua diukur," imbuhnya.

Kepada para peserta, Hasto mengingatkan sejumlah prinsip utama yang harus diingat setelah lulus dari Sekolah Partai. Pertama, PDIP adalah partai yang membangun kekuatan terorganisir bersama rakyat, yang memiliki komitmen kekuasaan menjadi alat pembebas "Wong Marhaen" agar mendapat kehidupan yang lebih baik. "Maka rakyat harus jadi dasar motivasi pemenangan Anda," ujar Hasto.

Kedua, harus disadari rakyat menjadi hakim tertinggi, sehingga para peserta harus mempersiapkan diri bersatu dengan PDIP. Partai itu sendiri tak akan membiarkan kadernya berdiri sendiri, tapi akan didukung sepenuh hati.

"Ketiga, bergeraklah ke rakyat dengan keyakinan ideologis kita. Obama pun mengandalkan micro campaign untuk datang ke rumah-rumah warga. Sehingga, Pilkada jadi momentum mempertegas jati diri kita sebagai partai yang berawal dari rakyat. Ketika Anda ketemu rakyat, formulasikanlah apa yang Anda temukan di rakyat sebagai kebijakan konkret ketika memerintah," jelas Hasto.

"Ketika rakyat sudah bergerak bersama Anda, tak satu pun, termasuk kekuatan politik luar, yang bisa mengganggu Anda," tandasnya. Selanjutnya, Hasto kembali mengingatkan agar para calon kepala dan wakil kepala daerah itu benar-benar menjalani Pilkada dengan demokratis.

Sebelumnya, para peserta Sekolah Partai membaca dan menandatangani sumpah untuk bekerja bagi rakyat jika terpilih menjadi pemimpin di daerah masing-masing. Perjanjian itu disebut Panca Prasetya.

"Maka dengan ini sekolah partai calon kepala daerah angkatan pertama, ditujukan agar saudara menjadi pemimpin merakyat, kekuasan mensejahtearaan, antikorupsi, yang jati dirinya rakyat. Dengan ini sekolah calon kepala dan wakil kepala daerah saya nyatakan ditutup," kata Hasto.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon