ITB Anugerahi Menko Kemaritiman Prajamanggala Bakti Adiutama
Jumat, 3 Juli 2015 | 19:29 WIB
Bandung - Memperingati hari ulang tahunnya yang ke-95, Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan sejumlah penghargaan kepada tokoh-tokoh Indonesia. Ada lima kategori penghargaan, yaitu Prajamanggala Bakti Kencana, Ganesa Prajamanggala Bakti Adi Utama, Rektor Emeritus, Ganrsa Widya Jasa Adi Utama, dan Ganesa Wirya Jasa Adi Utama.
Menteri Koordinator Bidang Kementerian Kemaritiman (Menko Kemaritiman), Indroyono Soesilo, yang merupakan alumnus ITB, menjadi salah satu penerima penghargaan tersebut. Indroyomo dinilai sebagai salah satu alumnus ITB yang telah menunjukkan jasa pengabdian yang menonjol.
Indroyono mengatakan, suatu kehormatan bagi dirinya menerima penghargaan tersebut, sebab ITB merupakan perguruan teknik tertua di Indonesia yang selalu membawa pengaruh dan asas–asas mental yang baik dengan melahirkan sejumlah jiwa pemimpin bangsa.
"Banyak perguruan tinggi, namun untuk teknik, ITB merupakan yang tertua dan dikenal semua orang," kata Indrayono usai acara pengangerahan penghargaan tersebut yang digelar di Kampus ITB, Taman Sari, Bandung, Jumat, (3/7).
Dia menambahkan, ketika menerima penghargaan, ia kembali terkenang pada kejadian 36 tahun yang silam, saat dirinya diwisuda dan merasakan bahagia ikut bergabung dengan deretan tokoh terkenal yang dilahirkan ITB sebelumnya, seperti Bung Karno, Joeanda, Sedijatmo, JA Katili, Doddy Tisna Amidjaja, dan Iskandar Alisyahbana.
Indrayono mengungkapkan, deretan nama tokoh-tokoh tersebut ikut menginspirasi dirinya dalam mengembangkan amanat saat ini sebagai Menko Kemaritiman, dengan berupaya mengimplementasikan visi presiden Joko Widodo (Jokowi) membawa Indonesia menuju poros maritim dunia.
Dia menyebutkan, potensi sumber daya di atas air meliputi transportasi laut, yang terdiri dari kapal, pelabuhan, gelangan kapal, serta potensi wilayah pesisirnya, sehingga laut sangat berperan dalam meningkatkan konektivitas antarpulau dengan penguatan sistem logistik nasional. "Di sini, peran kapal dan pelabuhan sangat penting, " ujarnya.
Dia menjelaskan, industri galangan kapal dibangkitkan melalui 198 kegiatan galangan kapal nasional melalui pemberian insentif fisikal, seperti pajak pertambahan nilai (PPN) tidak dipungut, bea masuk ditanggung pemerintah, pajak penghasilan (PPh) dipermudah, dan sewa lahan untuk gelangan dipermurah. Sedangkan, pemberian insentif nonfisikal seperti dukungan ilmu pengetahuan teknologi (iptek) melalui laboratorium Hidrodinamika Indonesia (LHI).
Selain itu, Indrayono juga mengungkapkan, dalam air juga terhimpun sumber daya hayati, utamanya ikan yang jumlahnya mencapai 8.500 jenis, dan merupakan terbanyak di dunia, dengan kapasitas tangkap maksimum 7 juta ton per tahun.
Indrayono juga mengungkapkan, saat ini Menko Kemaritiman sedang berupaya membangun Indonesia menjadi negara maritim dengan melakukan penerapan ilmu dan inovasi yang mengedepankan pada kesiapan budaya bangsa bahari, yang dikembangkan khusus untuk generasi muda melalui ekspedisi nusantara Jaya 2015.
"Ekspedisi nusantara telah berlangsung satu bulan pada Juni lalu, dengan melibatkan 88 kapal yang berlayar menyambangi pulau terdepan untuk memupuk semangat NKRI," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




