Lagu Daerah Sulawesi dan Kalimantan dengan Sentuhan Swing dan Bossanova
Minggu, 5 Juli 2015 | 16:11 WIB
Jakarta – Sesuai dengan tema di bulan ini, Sulawesi dan Kalimantan, Galeri Indonesia bekerja sama dengan The Swing Boss Jazz Band menampilkan sebuah pertunjukan musik bertajuk "A Jazz Tribute to SULTAN", sebuah apresiasi terhadap lagu daerah Sulawesi dan Kalimantan di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Sabtu (4/7) sore.
"The Swing Boss Jazz Band mengangkat kembali lagu daerah yang mungkin kini mulai dilupakan. Mereka mengaransemen ulang lagu daerah dengan sentuhan jaz dan bossanova, membuat lagu-lagu yang dibawakan lebih segar untuk didengarkan," ujar Renitasari Adrian, program director Bakti Budaya Djarum Foundation.
The Swing Boss Jazz Band pada kesempatan kali ini mengajak seorang diva jaz Indonesia, Syaharani. Mereka berkolaborasi membawakan lagu-lagu daerah Sulawesi dan Kalimantan di antaranya Kalayar, Tondok Kadadiangko, dan Cik-Cik Periok. Tidak hanya Syaharani, The Swing Boss Jazz Band juga berkolaborasi dengan Sion Brothers a Capella.
"Saya pikir ini adalah konsep yang unik untuk melestarikan lagu-lagu daerah yang juga bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Sebagai orang Indonesia kita patut bangga dan turut menjaga kelestarian kekayaan budaya kita," jelas Syaharani.
Pertunjukan musik yang berlangung selama 65 menit ini berhasil membuat para penikmat seni menikmati aransemen yang dibawakan oleh The Swing Boss Jazz Band. Nama Swing-Boss berasal dari paduan kata swing dan bossanova, yaitu dua genre jaz yang melegenda. Nama ini menjadi pilihan para pendiri Swing-Boss karena mencerminkan cita-rasa jaz yang "everlasting", cita-rasa yang menjadi konsep utama musik-musik Swing-Boss.
Imran Hasan dari The Swing Boss Jazz Band menjelaskan,"Kali ini kami membawakan lagu-lagu daerah Sulawesi dan Kalimantan yang telah kami aransemen ulang dengan nuansa swing dan bossanova. Di sini kami ingin memicu pola pikir masyarakat bahwa seni budaya Indonesia dapat dibawakan dengan cara apa saja selama dibawakan dengan positif, dengan tujuan mempertahankan dan memperkenalkan budaya Indonesia ke khalayak luas."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




