Pengambilan Nomor Urut Pilkada Jember Gunakan Uang Rp 500
Kamis, 27 Agustus 2015 | 03:28 WIB
Jember - Pengambilan undian nomor urut pasangan calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) Jember menggunakan uang pecahan Rp 500 untuk menentukan calon yang pertama mengambil nomor undian yang disiapkan oleh KPU setempat.
Pengundian nomor urut untuk dua pasangan calon kepala daerah yang akan maju dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Jember itu digelar di salah satu hotel Jember, Jawa Timur, Rabu (26/8) malam.
"Pengambilan nomor urut pasangan calon yang mendapatkan gambar garuda pada koin Rp 500 memiliki kesempatan lebih dulu mengambil nomor undian, sedangkan yang mendapatkan gambar bunga melati setelah calon yang mendapatkan gambar garuda," kata Ketua KPU Jember, Ahmad Anis, di Jember.
Pilkada Jember diikuti oleh dua pasangan calon kepala daerah yakni Sugiarto-Dwi Koryanto yang didukung Partai Gerindra, Golkar, PKS, PKB, Demokrat, dan PPP, sedangkan pasangan Faida-A. Muqit Arief didukung Partai Nasdem, PDIP, Hanura, dan PAN.
"Cabup Sugiarto mendapatkan gambar garuda, sehingga mendapat kesempatan pertama untuk mengambil undian nomor urut dan cabup Faida mengambil nomor undian yang tersisa," tuturnya.
Setelah nomor undian diambil dan sudah dipegang masing-masing cabup, maka nomor tersebut dibuka secara bersama-sama, pasangan Sugiarto-Dwi Koryanto mendapatkan nomor urut 1 dan pasangan Faida-A. Muqit Arief mendapatkan nomor urut 2.
Tanpa dikomando, yel-yel masing-masing pasangan cabup-cawabup Jember diteriakkan oleh masing-masing pendukung yang hadir dalam rapat pleno terbuka pengundian nomor urut cabup-cawabup Jember yang berlangsung hingga tengah malam tersebut.
"Alhamdulillah Pak Sugiarto-Dwi Koryanto mendapatkan nomor urut satu atau wahid, sehingga kami optimistis bisa menang dalam Pilkada Jember yang digelar 9 Desember 2015," kata tim pemenangan Sugiarto-Dwi Koryanto, Jufriadi.
Sementara Ketua DPD Partai Nasdem Jember, M. Eksan, yang mendukung pasangan Faida-A. Muqit Arief mengatakan nomor 2 adalah nomor kemenangan karena jargon yang diusungnya adalah "Fakta" untuk menang dalam pilkada.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




