PRSI Ingin Ada Perenang Putri Lolos Olimpiade
Rabu, 15 Februari 2012 | 16:17 WIB
Jika ada yang lolos, ini akan menjadi rekor lagi, karena terakhir kali perenang putri yang lolos adalah Elsa Nasution, di Olimpiade Sydney 2000.
Sukses tim putra merebut empat tiket menuju Olimpiade setelah lolos limit kualifikasi B tahun lalu, belum membuat Pengurus Besar (PB) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) berpuas diri. PRSI ingin ada perenang putri yang juga lolos ke Olimpiade tahun ini.
"Terakhir, perenang putri kita yang lolos adalah Elsa Nasution, di Olimpiade Sydney 2000. Jika ada yang lolos, ini akan menjadi rekor lagi," ujar pelatih tim renang, Albert C Sutanto, usai menghadiri rapat konsultasi Dewan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dengan pengurus induk cabang olahraga nasional, di Jakarta, Rabu (15/2).
Untuk itu, kata Albert, PRSI mempersiapkan lima atlet putri untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan kualifikasi yang tersisa. Kelima nama tersebut adalah Yessy Yosaputra, Enny Margono, Raina Saumi Graina, Resha Kania Dewi, serta Patricia Yosita. Dari kelima nama itu, hanya Yessy dan Enny yang dibiayai oleh Prima, sementara ketiga lainnya dibiayai PRSI.
"Yessy dan Enny menunjukkan hasil terbaik di antara mereka. Catatan waktu keduanya telah melampaui batas 99,25 persen dari limit kualifikasi B di nomor masing-masing. Ini yang disyaratkan Prima," ujar Albert.
Dijelaskan, Yessy dipersiapkan di nomor andalannya, yaitu 200 meter gaya punggung, nomor yang telah menyumbangkan medali emas di SEA Games tahun lalu. Sementara Enny disiapkan di nomor 50 meter gaya bebas.
Sehubungan dengan itu, manajer tim renang, Hartadi Nurtjojo, mengaku optimis para atlet tersebut bisa merebut tiket ke Olimpiade, jika persiapannya terus dipertajam. "Mereka berpeluang lebih dari 60 persen bisa lolos," ujar Hartadi.
Sementara itu, keempat perenang putra yang sudah lolos, yaitu Glenn Victor Susanto, Indra Gunawan, Triady Fauzi dan I Gede Siman Sudartawa, diharapkan bisa terus menajamkan catatan waktunya, agar bisa menembus kualifikasi limit A. "Dengan demikian, tempat Indonesia akan aman di London," ujar Hartadi lagi.
Sukses tim putra merebut empat tiket menuju Olimpiade setelah lolos limit kualifikasi B tahun lalu, belum membuat Pengurus Besar (PB) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) berpuas diri. PRSI ingin ada perenang putri yang juga lolos ke Olimpiade tahun ini.
"Terakhir, perenang putri kita yang lolos adalah Elsa Nasution, di Olimpiade Sydney 2000. Jika ada yang lolos, ini akan menjadi rekor lagi," ujar pelatih tim renang, Albert C Sutanto, usai menghadiri rapat konsultasi Dewan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dengan pengurus induk cabang olahraga nasional, di Jakarta, Rabu (15/2).
Untuk itu, kata Albert, PRSI mempersiapkan lima atlet putri untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan kualifikasi yang tersisa. Kelima nama tersebut adalah Yessy Yosaputra, Enny Margono, Raina Saumi Graina, Resha Kania Dewi, serta Patricia Yosita. Dari kelima nama itu, hanya Yessy dan Enny yang dibiayai oleh Prima, sementara ketiga lainnya dibiayai PRSI.
"Yessy dan Enny menunjukkan hasil terbaik di antara mereka. Catatan waktu keduanya telah melampaui batas 99,25 persen dari limit kualifikasi B di nomor masing-masing. Ini yang disyaratkan Prima," ujar Albert.
Dijelaskan, Yessy dipersiapkan di nomor andalannya, yaitu 200 meter gaya punggung, nomor yang telah menyumbangkan medali emas di SEA Games tahun lalu. Sementara Enny disiapkan di nomor 50 meter gaya bebas.
Sehubungan dengan itu, manajer tim renang, Hartadi Nurtjojo, mengaku optimis para atlet tersebut bisa merebut tiket ke Olimpiade, jika persiapannya terus dipertajam. "Mereka berpeluang lebih dari 60 persen bisa lolos," ujar Hartadi.
Sementara itu, keempat perenang putra yang sudah lolos, yaitu Glenn Victor Susanto, Indra Gunawan, Triady Fauzi dan I Gede Siman Sudartawa, diharapkan bisa terus menajamkan catatan waktunya, agar bisa menembus kualifikasi limit A. "Dengan demikian, tempat Indonesia akan aman di London," ujar Hartadi lagi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




