Flu Burung Renggut Nyawa Bocah Lelaki di Bali
Jumat, 24 Februari 2012 | 14:10 WIB
Korban sempat dirawat di rumah sakit setelah lima hari terkena demam.
Satu kasus baru H5N1 kembali memakan korban di Bali. Kali ini flu burung merenggut nyawa seorang anak lelaki warga Badung, Bali.
Korban tersebut adalah DWM (12 tahun) warga Badung, Bali, meninggal pada 21 Februari lalu akibat virus H5N1. Sebelumnya diketahui DWM mengalami demam pada 11 Februari.
"Lima hari kemudian DWM dirawat di rumah sakit, karena ia semakin sesak. Pada tanggal 20 Februari ia dirujuk ke Rumah Sakit Rujukan Flu Burung, namun keesokan harinya ia meninggal," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan RI, drg. Murti Utami, MPH, Jumat (22/02).
Menurut Murti, kasus ini telah dikonfirmasi oleh Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Balitbangkes sebagai kasus H5N1. Namun, hingga saat ini pihaknya belum bisa menemukan faktor penyebab flu burung di Badung.
"Dinas Kesehatan setempat telah melakukan penyelidikan epidemiologi di rumah dan lingkungan sekitar tempat tinggal DWM, namun hingga saat ini hasil faktor risiko belum jelas," tambah Murti.
Dengan bertambahnya satu kasus H5N1 di Bali, jumlah kumulatif flu burung di Indonesia sejak tahun 2005 hingga saat ini mencapai 186 kasus dengan 154 kematian.
Murti menambahkan kasus flu burung ini telah dilaporkan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Tjandra Yoga Pratama, ke Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).
"Prof.dr. Tjandra yang juga selaku focal point International Health Regulation (IHR) telah menginformasikan tentang kasus ini ke WHO," pungkasnya.
Satu kasus baru H5N1 kembali memakan korban di Bali. Kali ini flu burung merenggut nyawa seorang anak lelaki warga Badung, Bali.
Korban tersebut adalah DWM (12 tahun) warga Badung, Bali, meninggal pada 21 Februari lalu akibat virus H5N1. Sebelumnya diketahui DWM mengalami demam pada 11 Februari.
"Lima hari kemudian DWM dirawat di rumah sakit, karena ia semakin sesak. Pada tanggal 20 Februari ia dirujuk ke Rumah Sakit Rujukan Flu Burung, namun keesokan harinya ia meninggal," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan RI, drg. Murti Utami, MPH, Jumat (22/02).
Menurut Murti, kasus ini telah dikonfirmasi oleh Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Balitbangkes sebagai kasus H5N1. Namun, hingga saat ini pihaknya belum bisa menemukan faktor penyebab flu burung di Badung.
"Dinas Kesehatan setempat telah melakukan penyelidikan epidemiologi di rumah dan lingkungan sekitar tempat tinggal DWM, namun hingga saat ini hasil faktor risiko belum jelas," tambah Murti.
Dengan bertambahnya satu kasus H5N1 di Bali, jumlah kumulatif flu burung di Indonesia sejak tahun 2005 hingga saat ini mencapai 186 kasus dengan 154 kematian.
Murti menambahkan kasus flu burung ini telah dilaporkan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Tjandra Yoga Pratama, ke Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).
"Prof.dr. Tjandra yang juga selaku focal point International Health Regulation (IHR) telah menginformasikan tentang kasus ini ke WHO," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




