Keluarga Korban Ledakan Bom Datangi RS Polri

Kamis, 14 Januari 2016 | 20:12 WIB
PP
YD
Penulis: Priska Sari Pratiwi | Editor: YUD
Sejumlah tim gabungan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) teror bom Sarinah, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016.
Sejumlah tim gabungan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) teror bom Sarinah, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016. (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Jakarta - Tujuh jenazah korban ledakan dan tembakan di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, kini masih diidentifikasi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Sejumlah keluarga korban mendatangi RS Polri sejak siang untuk mencari keberadaan anggota keluarganya.

Salah satunya adalah kerabat Anggun (24) yang menjadi korban ledakan yakni M Sani. Awalnya ia menduga kerabatnya yang tinggal di Condet, Kramat Jati itu turut menjadi korban tewas. Namun ternyata Anggun hingga saat ini masih dirawat di RSPAD Gatot Subroto.

Kemudian, seorang perempuan bernama Dewi. Kepada petugas rumah sakit, ia mengaku kehilangan suaminya yang merupakan warga negara Kanada saat bom terjadi. Sayangnya ia tak mau memberikan keterangan lebih lanjut.

Salah seorang rekan korban WNA yang juga ke RS Polri menyebutkan, suami Dewi diketahui bernama Amer Ouali Tahar (70). Ia merupakan warga asli Aljazair yang kemudian menjadi warga negara Kanada. "Kami disuruh mengecek benar tidak ia (Amer) jadi korban. Tadi pagi beliau sedang janjian dengan rekan bisnisnya di Starbucks," kata rekan korban yang tak mau disebutkan namanya.

Untuk memastikan kecocokan identitas, Dewi pun melakukan pemeriksaan di posko ante mortem RS Polri Kramat Jati. Petugas Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri Nugroho mengungkapkan, pihaknya masih harus memverifikasi laporan Dewi. Pengakuan itu harus diperkuat dengan tes DNA dari baju kotor maupun pengecekan gigi. Pasalnya, bisa saja setiap orang yang datang mencari anggota keluarganya ternyata hanya mengaku-aku.

"Kami harus hati-hati. Tidak bisa hanya dari pengecekan identitasnya saja. Nanti kaitannya juga dengan anggota keluarga yang berhak menerima jaminan asuransi," pungkasnya.

Sebelumnya polisi telah memastikan tujuh jenazah terdiri dari satu WNA dan enam WNI. Namun polisi masih belum bersedia memberikan keterangan terkait identitas korban. Satu WNA tersebut dipastikan berasal dari Kanada yang diketahui dari paspor yang dibawanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon