Incar Hotel di Bali, BNI Asset akan Terbitkan DIRE

Rabu, 3 Februari 2016 | 21:28 WIB
MF
B
Penulis: Muhammad Rausyan Fikry | Editor: B1
Ilustrasi hotel.
Ilustrasi hotel. (Freedigitalphotos/ Salvatore Vuono)

Jakarta – PT BNI Asset Management bakal menerbitkan produk dana investasi real estate (DIRE) pada semester I-2016. Manajer investasi tersebut akan menjadikan salah satu hotel jaringan internasional dengan aset senilai Rp 500 miliar sebagai aset dasar (underlying) produk DIRE.

Direktur BNI Asset Management Isbono M Putro mengatakan, satu hotel yang akan dibeli produk DIRE nantinya berasal dari salah satu grup properti besar. Dia memperkirakan tingkat pengembalian investasi (return) produk DIRE perseroan dapat mencapai 15%. "Return-nya dari cashflow dan apresiasi harga," kata dia di Jakarta, Rabu (3/2).

Isbono menegaskan, perseroan belum menentukan komposisi portofolio DIRE tersebut. Namun, pastinya minimal 50% portofolio berasal dari underlying asset dan 30% portofolio bisa berasal dari saham perusahaan properti di pasar spot Bursa Efek Indonesia (BEI).

Lebih lanjut dia mengatakan, keputusan untuk menerbitkan DIRE, karena produk tersebut cukup prospektif. Dia meyakini bahwa harga properti di Indonesia masih akan bertumbuh.

BNI AM tidak akan mencatatkan produk DIRE di Bursa Efek Indonesia. Meski demikian, perseroan akan melakukan penawaran umum untuk produk DIRE.

Sementara itu, Head of Investment BNI AM Hanif Mantiq mengatakan bahwa produk DIRE membeli putus properti. Nantinya, pengembang yang menjual propertinya kepada DIRE dapat membangun properti baru dengan dana hasil penjualannya.

Underlying asset DIRE perseroan merupakan hotel di kawasan wisata di Bali. Dia mengakui bahwa banyak investor yang sudah tertarik membeli DIRE perseroan.

Hanif menjelaskan, sebenarnya sudah ada beberapa perusahaan yang menawarkan diri untuk menjual propertinya untuk dijadikan produk DIRE BNI AM. Salah satu perusahaan yang menawarkan diri menjual propertinya adalah pengembang mal. "Tetapi kami lebih prioritaskan DIRE hotel dulu, karena lebih mudah menghitungnya," tutur dia.

Menghitung keuntungan dari bisnis hotel lebih mudah diukur dengan menghitung jumlah kamar dan okupansi. Sedangkan menghitung keuntungan mal tergantung tenant.

Sementara itu, tahun ini, BNI AM juga bakal menerbitkan dua produk reksa dana pendapatan tetap, dua reksa dana pasar uang, dan satu reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) berbasis ekuitas.

Presiden Direktur BNI AM Reita Farianti mengatakan, kebijakan perseroan tahun ini adalah menerbitkan produk-produk investasi yang bermargin tebal, seperti RDPT berbasis ekuitas. Tahun ini, BNI AM menargetkan dana kelolaan sebesar Rp 15 triliun, tumbuh 30% dibandingkan AUM akhir tahun lalu sebesar Rp 11,5 triliun.

Selain menerbitkan produk-produk bermargin tebal, BNI AM akan mengoptimalkan sinergi Grup BNI untuk meningkatkan kinerja. Saat ini, perseroan memiliki beberapa perusahaan terafiliasi yang dapat ikut membantu pengembangan bisnis BNI AM. "Sinergi grup telah mendorong pertumbuhan AUM perseroan tahun lalu sebesar 78%," kata Reita.

Tahun ini, perseroan jaga berencana memperkuat jaringan penjualan dan memperluas client base nasabah institusi. Fokus penjualan produk reksa dana perseroan tahun ini adalah produk bermargin tinggi, seperti reksa dana saham dan RDPT sektor riil.

Sebagian besar AUM perseroan tahun lalu berasal dari produk tertutup (close end), yaitu mencapai 70%. Sisa kontribusi AUM perseroan berasal dari produk-produk reksa dana terbuka (open end), yaitu reksa dana pasar uang sebesar 15%, reksa dana pendapatan tetap sebesar 7,5%, dan reksa dana saham sebesar 7,5%.

Perseroan menargetkan reksa dana open end tahun ini dapat berkontribusi sebesar 50% dari total AUM. BNI AM menargetkan produk reksa dana pendapatan tetap dan saham dapat meningkatkan kontribusi menjadi masing-masing sebesar 15% tahun ini terhadap total AUM.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon