IHK Tiongkok Meningkat pada Januari
Jumat, 19 Februari 2016 | 01:03 WIB
Beijing – Data Biro Statistik Nasional Tiongkok (NBS), Kamis (18/2) menunjukkan, laju inflasi harga konsumen (IHK) naik lebih tinggi pada Januari 2016. Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi, data ini cukup menggembirakan.
NBS mengumumkan, alat ukur inflasi tersebut bulan lalu naik 1,8% dibandingkan tahun lalu. Angka itu sedikit di bawah perkiraan rata-rata para ekonom yang disurvei Bloomberg News sebesar 1,9%.
Tapi, angka tersebut naik dibandingkan kenaikan 1,6%, pada Desember 2015 dan merupakan angka tertinggi sejak Agustus tahun lalu.
Bahkan harga makanan naik pesat sebesar 4,1% year-on-year (yoy), didorong oleh permintaan musiman sepanjang libur Tahun Baru Imlek, yang jatuh awal bulan ini.
Laju inflasi moderat dapat menjadi keuntungan bagi konsumsi karena bisa mendorong konsumen untuk belanja sebelum harga-harga naik. Berbeda saat harga-harga turun, karena mendorong para konsumen menunda pembelian dan kemudian perusahaan-perusahaan menunda investasi. Kedua hal itu dapat menganggu pertumbuhan.
Sementara indeks harga produsen atau IHP sebagai alat ukur harga barang di tingkat pabrik, turun 5,3% yoy pada Januari. Itu karena lemahnya permintaan dalam negeri dan rendahnya harga komoditas. Tapi dibandingkan penurunan Desember menunjukkan kenaikan tipis, sekalipun penurunan pada Januari merupakan yang ke-47 kali berturut-turut.
Kapasitas berlebih di sektor manufatur semakin menghambat pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Sedangkan penurunan berkepanjangan dalam IHP berdampak buruk terhadap prospek industri.
Menurut Julian Evans-Pritchard dari Capital Economics, kenaikan harga-harga konsumen diakibatkan tekanan musiman dan ini sudah diperkirakan. Ia memprediksikan inflasi naik tipis tahun ini, seraya mengutip penurunan jumlah babi sebagai pendorong kenaikan harga makanan.
Data industri menyebutkan, kenaikan harga pakan dan rendahnya nilai daging babi tahun lalu menunjukkan bahwa para produsen mengurangi volume.
"Selain itu, penurunan tajam harga minyak dan komoditas lain satu tahun lalu sudah mulai menyempitkan perbandingan, baik IHK dan IHP hampir dipastikan naik terus dalam beberapa bulan mendatang," tutur Evans-Pritchard.
Adapun duet analis riset dari ANZ, Liu Li Gang dan Louis Lam lebih pesimistis. Dalam catatannya, mereka memperkirakan inflasi turun mulai Maret karena tekanan kenaikan harga pangan mereda dan penurunan harga produsen menekan IHP.
"Secara keseluruhan, Tiongkok akan dihadapkan pada tekanan deflasi yang kuat di sisa tahun ini," ujar keduanya, seraya menyerukan pelonggaran moneter lebih lanjut untuk memerangi deflasi.
Pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat hingga level terendah dalam seperempat abad tahun lalu. Perlambatan disebabkan pemerintah berusaha mengubah model pertumbuhan dari berbasis ekspor dan investasi aset tetap menjadi berbasis konsumsi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




